Profile



Still young, going older single guy , trying to find a way in this cruel world...!!! Hiks... hiks... croootttt!!!! Cry
Happy to be myself and looking forward on finding friends around the globe...!! Hahahaha!!!! Big Smile
Please left a comment or visit my profile here!
Come and relax...!
It's simple, but hopefully u'll like it Wink


Tag Board

   

Calendar

<< January 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31

Links

Friendster
Yahoo!
GMail
Friendster

Previous Posting

Barongsai, aaaahhh!!! Dragon and Lion Dance, lor...!! (Posting ke cepek!!)
reportase singkat JiFFest 2005 (my version)
marriage...? let's go....!!
What is it in a name...!!! (extended edition)
What is it in a name...??
Trying new features for my blog.....
catch the wind and??
halleluJah!!
Me, my self, the gank and Mbatiks (3) *tamat, bosen kali ye!!*
Me, myself, the gank, and MBATIKs (2)
Me, myself, the gank, and MBATIKs
WHY? WHY? DUNNO WHY? So......?
Happy Bladed Birthday for me...!!
1 ONS BUKAN 100 GRAM....!!
Sepatu bersayap...! Ciaaaatttt!!
cucuru' Bayao dan Biji Nangka
Selamat Jalan....!!
Sengsara membawa Nikmadth...!! Ciekh...!!
Kerja dan mbabu bedanya apa?
I have my own standard...!
Selamat Paskah
Selamat Jumat Agung
HASILNYA...!
Makan siang gua hari ini (Penting gak seh!!?????)
Arghhhhhhhhh!! Duuuuuttttttt....!
Thank you, God...!
Selamat malam...!
My wiken jalan-jalan...!
Thank you all...!!
Weeken yang hmmm....!
So what gitu loh.......?
You Know You're Indonesian When....
Pagi yang cerah, dan senyum di bibir merah...!!
And My Story is...!
SLEEPY...!
Dooohh!!! PULKAM!!
What if...?
Madu di tangan kananmu, racun di tangan kirimu!
A Nice day...! :)
Dan Akupun bangun pagi...!!
GUA JADI MUDIKKKKKKKKK!!!!
SAMPAH...!!
Canvas Paintings...!
Gua flu dan pilek......!! SEBAL....!
Me.. today... To do....have done....!!
New Year... Cuti... Nomat... Piala Tiger... Met Pagi dunia...!!
SELAMAT... NURANI ANDA MATI.....!!
Dan akupun menangis...!!
Kegundahanku...!!
Yuuu...uk bantu korban Tsunami - Aceh!
JOY TO THE WORLD!!
Konser Akbar dan KKR Akbar Natal
Glory to God in the Highest...!! And peace on earth...!!
Concert (First Night)
Kehidupan.....!
Watta Blast.....!! Audiophile......!!!! PUAS!!
International Christmas Concert 2004
MUSIM.....!
Ngutang....!! BAYAR, dong!!!
I refuse to be MAD...!
Hah? Huh? Hmm.....!!
Do you ever wonder?
Bad Morning...!
Me, myself, and a vaccine!!
Whatz wrong with me?
A Concert, An Encore, A Finale...!!!
Morning Turn Offs !!
GUA JADI PAMAN!!!!!
Concert Again...! (Come... come... my fans..... ;p)

My Fellow Bloggers

Om Dan
Bang Rio
Mas Wisa
Agus "Item" Hariyo
Rommy
"Doel" Leo
Prabowo
"Bunda" YNa
Adhy
Ben
Irvan
Kenny
Ve Handojo
Nauval
Luigi Pralangga
Randy "Cano"
Zion "Abbot" Tj.
Dik Ipe'
Mutiara naULI Pohan
Teteh "Horror" Mel
Rivaldi
Noldie Ncong
Kang Mas Hary
Tji tji Sammy
Mbak Nana
Mbak RIA "Jepun"
Lucy
Barrie "Firewalk"
Kang Mas Bagoes
Bradley
Mas Qyu
Golda
Mbak Yaya January
Si Dekil
Sam "the body"
Way
Julia
Ling
Firman "Badman"
Bev
Apey
Sisca
Momon
Christ
You!! Wherever U R???


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

rss feed


Credits

Layout: Randomness
Image: Stock.XChng
BLOGDRIVE
TEMPLATES
Monday, January 16, 2006
Barongsai, aaaahhh!!! Dragon and Lion Dance, lor...!! (Posting ke cepek!!)

Hi, hi, hi......!!! Kembali lagi dengan Anri disini.... :) *gaya Maissy yang sok kecentilan*

Btw, hari ini qta mo celebration dikit, makanya tulisan ini penuh gambar, hehehe!! Madam Bev, maaf ya? Kali ini ngalah ya sama qta, soalnya ini postingan kita yang ke 100, hihihihihi!! Qta tahu kalo ini masih dikit, tapi well, at least, gak nyangka juga bisa nulis 100 biji tulisan yang ntah penting apa nggak!! :) So, qta mulai aja ya?

Hari ini qta *qta boooooo!!! ;)* mo ngobrol soal budaya tianghoa lagi.... setelah vakum sedikit agak lama, buat melakukan riserch *gaya singlish* untuk bahan-bahan tulisan qta. And karena desakan dari beberapa orang yang sangat memperhatikan kelangsungan hidup blog qta, spt Mas LuigiApey, Mas Bagoes, Mas Dimas Hary, dan yang lainnya yang dak bisa qta sebutkan namanya, satu persatu, jadilah tulisan ini dimuat ke meja redaksi, untuk disajikan kepada pembaca sekalian.

Nah, sejak kebijakan babe kita Gus Dur, anak-anak peranakan dikasih kesempatan lagi unjuk gigi, buat mamerin kesaktian wushu *kalo ngga ngerti itu apaan, tanya aja ma rumput yang bagoyang, ok?* di dalam sebuah tarian naga dan singa, hehehe!!!

    Intermezzo dikit:
       Ada yang tahu gak barongsai itu sebenarnya bukan nama asli tarian naga
       atau singa, nama mandarin buat tarian ini, adalah, long wu, or shi wu (long
       for naga) (shi for singa), dan (wu for tarian or gerakan silat). Barongsai
       sebenarnya nama dalam bahasa Melayu, terdiri dari 2 suku kata, barong
       dan sai, barong tentu qta dah tahu kan? Sai itu bahasa hokkien for singa.
       Naaaah, sekarang dah tahu kan?

Sabanarnyo, kata babeh qta seh, ini tarian punya makna filosopis, dari akar kepercayaan orang tionghoa asli, yang nganggep diri qta neh, turunan naga, anehnya, naga ini, adalah bentuk fiksi, alias nggak nyata hanya mahluk rekaan, yang adalah gabungan dari banyak binatang, seperti menjangan, ikan, singa, macan, kuda, kerbau, keledai, dan ular, makanya, kalo sodara-sodare pernah nich liatin barongsai bekeliaran, naganya tuh, bentuknya aneh, lihat aja kepalanya, bentuknya mirip singa, mata belo banget, punya tanduk kayak menjangan, panjang melingker kulitnya kek ular dengan struktur mirip sisik ikan dan memiliki cakar elang. Aneh kan? Bukan masalah anehnya yang jadi soal pan? Karena sebenarnya naga, yang katenye tuh penguasa hujan, dan angin, melambangkan, kekuatan, keanggunan, kekuasaan, keberhasilan dan keberuntungan.

    Oh iya, Intermezzo lagi,
        Barongsai mulai populer di zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun
        420-589 Masehi. Kala itu pasukan dari raja Song Wen Di kewalahan
        menghadapi serangan pasukan gajah raja Fan Yang dari negeri Lin
        Yi. Seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan
        boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan. Ternyata upaya itu
        berjalan sukses hingga akhirnya tarian barongsai pun melegenda hingga
        kini. Kesenian barongsai diperkirakan masuk di Indonesia pada abad-17,
        ketika terjadi migrasi besar dari Cina Selatan.

Blom abis neh cerita qta soal naga. Catatan tertua mengenai tarian ini, ditemukan di daerah barat kekuasaan dinasti Han, sekitar tahun 200 sebelum masehi, perayaan mempergunakan naga, nyang katanye bisa ampe 100 meteran itu, sebenarnya buat muji dewa air, biar apa? Bener, biar hujan bisa turun, dan tanaman bisa berkembang dengan baik, sehingga bisa panen. Sebelum dilaksanakan, biasanya neh, orang-orang didaerah yang akan mengadakan upacara, bakal melakukan upacara penyucian selama 3 hari lamanya.

Nah, sebenarnya, naga ini, dibuat dari kertas, bambu, kayu, rotan, dan bahan cat untuk menghias. Lapisan seekor naga pun sebenernya pada awalnya adalah sembilan, tetapi sekarang telah memiliki banyak pengembangan, hingga ada yang melebihi duapuluh lapisan, biasanya, setiap lapisan ini memberikan warna kepada sang naga dengan perlambangan-perlambangan. Pada dasarnya sang naga berwarna hijau yang melambangkan panen yang melimpah, lapisan berwarna kuning keemasan melambangkan tanah atau kesuburan, merah menyala pada ekor dan sisik-sisiknya melambangkan kegembiraan, lapisan berwarna biru dengan ornamen seperti bentuk ombak lautan, dan sepanjang tubuh sang naga biasanya dihiasi dengan warna emas dan perak yang menghiasi keseluruhan badan ini, untuk melambangkan kegembiraan dan kemeriahan perayaan.

Lengkapnya, tarian naga ini biasanya diikuti dengan seseorang yang  mengangkat mutiara berwarna merah. Mutiara ini dikatakan melambangkan matahari atau kebijaksanaan. Pertanda bahwa sang naga, akan terus mengejar kebijaksanaan. Oh iya, tarian naga ini juga biasanya neh diikuti dengan pemberian angpao ataupun ikatan selada air dengan pita merah, sebagai tanda persembahan buat sang naga. *ingat film kungfu master nggak? yang jet li (wang fai hung) dibikin repot gara-gara pertandingan tarian naga dan singa? sampe akhirnya jet li lawan kelabang dengan menjadi ayam?*

Neh, sedikit gambar mengenai tarian naga.
 











Lanjoooooooootttttt.....!!!

Tarian Singa atau shi wu, juga punya perlambangannya sendiri. Singa dalam adat n budaya qta neh, melambangkan kekuatan, keagungan, keberanian, dan kemampuannya untuk menolak bala. Hehehehe, binatang apa ya nyang bisa kayak gitu di budaya-budaya lain? Bang yoookkk, Bowoooo, Aldiiiiii, Uliiiii, and kawan-kawan, ayo, pada dijawab!!! :P Singa menurut legendanye neh, adalah anak ke sembilan dari naga dan memang tuh tugasnya buat jadi guardian, dimana-mana neh kalo kita ke daratan tiongkok sekalipun biasanya patung singa tuh, ditaruh di depan istana, kantor-kantor, rumah, dan tempat-tempat yang penting. Yang paling terkenal adalah 485 patung singa yang menjadi penjaga jembatan Marcopolo (Luguo Qiao).

Nah, tarian singa a.k.a barongsai ini, butuh elmu wushu lebeh tinggi daripada tarian naga, yang kurang lebih mengandalkan kekuatan dan harmonisasi, biasanya tergantung jenisnya, tarian singa ditarikan oleh 2 orang atau kurang. Kenape qta bilang tergantung jenisnya, ini dikarenakan rupanya, singa yang ditarikan itu ada 2 jenis, Singa Utara yang memiliki surai ikal dan berkaki empat, memiliki warna dominan, merah, orange, dan kuning. Singa Utara, biasanya disebut sebagai Peking Lion, atau Singa Peking, dikarenakan bentuknya yang menyerupai anjing Peking. Penampilan Singa Utara kelihatan lebih natural dan mirip singa kalo dibandingkan ame Singa Selatan yang memiliki sisik serta jumlah kaki yang bervariasi antara dua atau empat.

Singa Selatan biasanya disebut juga Cantonese Lion, dan terbagi atas dua jenis, sesuai dengan pengusaha kertas yang memberikan model utama untuk penggambaran jenis Singa Selatan ini. Jenis singa Fat San, memiliki mulut yang lebih melengkung, sebuah tanduk, dan ekor yang panjang. Sementara singa jenis Hok San, memiliki mulut yang lebih mendatar, tanduk yang melingkar, dan ekor yang pendek. Sekarang ini, jenis singa Fat San, lebih digemari. Selain itu juga terdapat, gabungan kedua singa ini disebut sebagai Fat Hok Lion, yang memiliki mulut berbentuk lengkung, dengan ekor yang pendek. Selain itu dalam perkembangannya sekarang, terdapat pula versi mini dari singa-singa asli berbadan besar, yang dimainkan oleh anak-anak. Kepala Singa Selatan dilengkapi dengan tanduk sehingga kadangkala mirip dengan binatang 'Kilin'. Gerakan antara Singa Utara dan Singa Selatan juga berbeda. Bila Singa Selatan terkenal dengan gerakan kepalanya yang keras dan melonjak-lonjak seiring dengan tabuhan gong dan tambur, gerakan Singa Utara cenderung lebih lincah dan penuh dinamika karena memiliki empat kaki.

Yang paling akhir n tidak kalah penting (last but not least ceritanya neh!!), adalah iring-iringan waktu tarian-tarian ini dilaksanakan. Ayoo, yang pada tahu, bunyi apakah yang menjadi ciri khas atraksi ini? Hehehehe, ayoooo!! Pada ngomong??? Dung dan ceng benar gak? Hehehe!! Nyang paling penting seh dua instrumen, Drum Cina, yang bikin bunyi dung, dan simbal Cina, yang bikin bunyi ceng. Drum ini dibuat dari bahan kayu keras dengan kulit kerbau yang menutupi sepanjang lingkaran atas, dan didalam drum ini terdapat lempengan logam, yang menjadi penghasil bunyi dan penguat bunyi agar suara drum terkesan menjadi lebih dalam. Pemain drum adalah pemimpin seluruh kegiatan ini, wong, gerakan naga dan singa ini ditentukan oleh bunyi drum. Sementara pemain simbal, akan berada disamping penabuh drum, yang akan melihat ke arah mata sang singa.
Well, so pegal tangan qta neh, tulis-tulis soal ini, tapi qta senang karena qta akhirnya belajar juga banyak hal sebelum berhasil menuliskan ini. Mendekati Imlek, tahun anjing, 2557, mudah-mudahan qta bisa nulis lebih banyak lagi mengenai hal ini dikemudian hari. :) :) Have a nice day all!!!!













PS: For
Bev, wo xian zai yi jing update la, ni bu yao sheng wo men de qi le, hao bu hao? :P

I would like to thank these websites for the pictures of the beautiful Lions and Dragons:
1. http://www.chinwoo.com, for majorly the picture here are taken from there.
2. http://students.ukdw.ac.id/, a picture of a beautiful singkawang festival.
3. http://www.tuvy.com, a beautiful site of chinese culture.
4. Many other source of information around the internet. Hurray...!! ;) ;)



Posted at 12:35 pm by haucuen

fire safety
July 1, 2009   12:06 PM PDT
 
SEKARANG JARANG TENGOK TARIAN NI
web design
June 26, 2009   10:52 AM PDT
 
aku suka tengok wushu ni
malaysia web design
June 23, 2009   03:25 PM PDT
 
orang yang sambut yang tahu
web design
June 3, 2009   10:33 AM PDT
 
TAHUN MACAM PULA TAK TAHU SAMBUTAN DIA
susanto
May 20, 2009   11:50 PM PDT
 
Nich website barongsai yang Ok...:)
nagi pengemar barongsai
silakan akses ke www.dckliondance.com
s10n9_t193r
May 17, 2009   12:14 AM PDT
 
wah...... thank's atas infony ye......
gue paling suka yang namanya barongsay..... apa lagi yang stylenya model hok san ( pinginya sih punya satu buat hiasan di rumah, g'tu ). boleh usul ngak? kalau boleh minta fotonya barongsay yang bua...............nyak donk'z..............................

ngefans berat nih...............................
thank's ye......................... :p
deddy hartono
January 19, 2009   11:09 AM PST
 
budaya chinese beragam..kita sebagai suku keturunan tionghoa harus menghargai budaya...biarpun kita berbeda agama dan keyakinan.dengan kita berbudaya kita dapat memperlihatkan bahwa kita keturunan tionghoa mempunyai budaya yang besar dan dapat dibanggakan.setiap orang harus mempunyai budaya nenek moyangnya..sehingga tahu akan etika moral dan norma yang ada sejak dulu kala.pengalaman Budaya Chinese tidak menghancurkan bangsa dan suatu negara..karena ini Budaya untuk menghadapi kehidupan sehari-hari.jangan sampai budaya kita diklaim suku2 lain yang sejak dulu menggunakan budaya kita dan telah berbaur..sehingga lupa asal mula budaya mereka.terakhir salam buat orang tiociu,hakka,xinjiang,konghu,hokkian,dayak dan sebagainya.
VIDA
June 11, 2006   04:34 PM PDT
 
TERIMA KASIH BYK2, diatas maklumat ini. Hal ini kerana ia banyak membantu saya lebih berpengatahuan lagi....terima kasih....
great_saiyagirl
May 29, 2006   11:53 PM PDT
 
makasih
makasih
thx bgt
thx bgt
kbetulan diriku disuruh bwt tugas makalah ttg kebudayaan cina ehh gtwnya nemu blog ini...
pucuk dicinta ulam pun tiba :)
lagi-lagi daku cm bs blg
makasih
makasih
thx bgt
thx bgt

keep up the good work!
way
February 13, 2006   05:01 PM PST
 
Postingan mu kali ini SARAT dengan inpormasi Ri :) beberapa waktu lalu ada barongsai manggung di tempat gue, gue salah dapet tempet duduk pulak ! duduknya besebelahan ma tukang tabuh gamelannya. Kelar dari situ kuping gue BUDEG dua duanya :p
Haucuen a.k.a Moi
January 26, 2006   08:22 AM PST
 
Hi, Noelle, thanks udah berkunjung ya? Salam kenal, loh!!! Senang dech kalo loe bisa mengingat kembali masa-masa indah loe!! :) Semoga mengingatkan kembali kepada Indonesia!! :) Hehehehe!!! Sukses di Prancis ya? :)
Noelle
January 26, 2006   06:28 AM PST
 
Sudah lama gak lihat nih acara begitu, soalnya di Paris tidak ada sih. Juga dah lupa tuh tentang barongsai. Baca tulisan ini jagi keingat lagi. Foto-fotonya bagus:S

Aku Noelle, Teman Beverly(jelek). Salam
Haucuen a.k.a Moi
January 24, 2006   08:26 AM PST
 
Ling, sama kok, gua gak pernah anggap diri gua harus nggak merayakan IMLEK hanya karena agama gua. Dan setahu gua agama gua juga gak melarang kalo kita memperhatikan budaya kita, so ya kalo gua seh ke Klenteng cuman buat ikutan rame-ramean yang ada di sekitar sono, sayang tahun ini gua kayaknya nggak bisa pulang ke MKS, jadinya well, xin nian nya ya di jakarta aja!! :( Hehehe!!! :)
Ling
January 23, 2006   06:15 PM PST
 
soal kilin, gue suka banget, anywey, gue suka banget sama budaya orang tionghua tuh... apa aja..

tp pada dasarnya gue suka sejarah sih.. btw, glodok rame banget :(.. walo gue bukan buddhist, ato konghucu, gue suka banget nongkrong di kelenteng, perhatiin engkong2 yg nongkrong ngobrol disana.. kesannnya gimana gitu.. hehe
Haucuen a.k.a Moi
January 23, 2006   09:13 AM PST
 
Sisca: Hehehe, pekerjaan tambahan ya? :P Loe seh, padahal belum layak neh postingan jadi sumber terpercaya buat kebudayaan Cina. Btw, sebenarnya pada aslinya, pesta ini diadakan dalam rangka menarik hujan, secara, naga itu dipercaya menguasai hujan dan awan, jadi pada intinya ini adalah tarian hujan gitu dech!! Jadi, semuanya memang tujuannya buat kesejahteraan gitu dech!! :P

Mbak Lucy, hehehehe, sorry to hear about your YM..!! Btw, gak papa lagi, gua juga sebelum tulis postingan ini, musti banyak research dulu buat dapatin bahan, so gua juga baru belajar banyak hal tentang tarian ini...!! :) Hehehe!!

Om DOEL: hehehe, kamu naga yang nakal!! :P *siapin rotan buat cambuk pantat Om DOEL yang nakal, hihihihi* loh, gak ada ya, buat katagori itu? :P Btw, iya neh, gak nyangka udah sampe postingan ke 100, kalo om doel mah pasti udah lebih dari 100 kali ya? :P Hehehehehe!!! :)

A peng, beneran neh? Wow, gua gak tahu tuh, gua memang lagi nyari tentang asal muasal nama BARONGSAI, gua pikirnya ya BARONG dan SAI, aja!! Analisa loe kayaknya ada benernya dech, bro!! Thanks ya udak kasih gua masukan!! :) Btw, kamu dari daerah mana? Kayaknya sumatra ya? Hokkien Lang or Tio Ciu Nang, atau apa? :P Sayang pengetahuan bahasa daerah gua dikit banget, padahal pengen nulis tuh soal keberagaman budaya suku di CINA, dari Hokkien, Tio Ciu, Khek, Canton, Miau, Hin Hwa, dll :) Weks, jadi berasa punya tugas gede dech!! :) Ayo, peng, bantuin dong :P Hihihihi!! :)
lu zipeng
January 21, 2006   10:19 PM PST
 
Hehe... iya, namaku memang lu zi peng. panggilannya "a peng" kayak orang cina kebanyakan (tinggal nambahin kata "A" di depan nama kecil). :P

Btw, sekedar intermezzo, tentang asal usul sebutan "barongsai", dulu kalo gak salah ingat, orang tua di kampung sering menamakan event tarian singa sebagai:

"BU LANG SAI" (dialek hokkien).

Gak tau juga, entah berasal dari:

"WU LONG SHI" (tarian naga & singa)
atau
"WU REN SHI" (tarian manusia singa)

Jangan-jangan sebutan barongsai timbul karena pendengar (yang bukan suku cina) menyerap kata "bu lang sai" dan menyesuaikan/memadankan dengan kata yang paling gampang dimengerti? Hingga akhirnya lahir istilah barongsai?

hehehe, sekedar analisa asal-asalan. :P
doel
January 21, 2006   03:33 AM PST
 
"Singa ....melambangkan kekuatan, keagungan, keberanian, dan kemampuannya untuk menolak bala."
Emmm *mikir2, saya termasuk singa apa?*
nice posting, 100 tulisan, wow
lucy
January 20, 2006   09:44 PM PST
 
jaman ku kecil dulu aku sering liat. yang kutau namanya liong....baru tau kalo barongsai itu ada kandungan bahasa melayunya...ya maap..aku kan orang udik :P
Sisca
January 20, 2006   05:51 PM PST
 
Gara gara mading, Sekarang pekerjaanku bertambah menjadi "penerjemah budaya Cina".

Saya ingin menambahkan, dulu pernah sekali saya lihat pesta naga di Pontianak, ada iringan ikan mas di depan sebelum naga datang. Ikan mas juga menangkap angpau dan memberi hormat kepada rumah rumah yang dilalui, pertanda rejeki akan lancar.


Kalo saya tidak salah tanggap, intinya pesta naga adalah untuk menggalang dana bagi kesejahterahan Vihara.
Haucuen a.k.a Moi
January 20, 2006   09:52 AM PST
 
Anni, hehehe, salam kenal ya? Saya senang kalo kamu enjoy tulisan saya!! Thanks untuk kunjungannya!! :)
Haucuen a.k.a Moi
January 20, 2006   09:45 AM PST
 
Mbak Ria, iya LIONG itu artinya naga, hehehe, memang seh tariannya sekarang lebih banyak tarian singa, secara lebih lincah dan bisa dimainkan dengan lebih sedikit orang, gitu!! Kalo tarian naga menuntut kolaborasi lebih banyak orang!!

Btw, mbak ria kelahiran kota apa ya? :)
MACCHIATO DEL GIORNO
January 19, 2006   08:22 PM PST
 
...

allo

seneng aja liat thread perbincangan, tulisan yg menarik ati.

ciao

...
siberia
January 19, 2006   12:51 PM PST
 
jaman aku kecil, kesenian ini cukup sering aku liat..di alun2 kota kelahiran tercinta :D. tapi dalam rangka apa aku nggak ingat, atu mungkin nggak tau. tapi namanya bukan barongsai. tapi LIONG :)

Liong itu naga kan artinya..ya
Haucuen a.k.a Moi
January 19, 2006   11:18 AM PST
 
Apey: Hehehehe, ok dech!! Ntar kamu coba cari tahu dech, pastinya ada kok!! :)

Bev: Ya, diusahakan sebisa mungkin lah, bev, ok? :) Hehehehe!! :)
Beverly
January 19, 2006   07:54 AM PST
 
Kayaknya syiiik juga ya bisa baca perayaan imlek di berbagai tempat ? kita janjian yuuk updatenya barang biar semuanya blog saat itu ngerayain imlek. Hahahaa.

Ok deh Aku tulis imlek di taiwan. (lagi ngebayangi ngumpulin info yang sulit bgt):P

apey
January 18, 2006   05:07 PM PST
 
Duhh..kapan ya liat barongsai ?? suerrr aku blm pernah pertunjukkan ini loh..hiks..kampung bgt ya :)
Haucuen a.k.a Moi
January 18, 2006   08:30 AM PST
 
Bev, buat loe sengaja gua bikin comment terpisah, secara loe juga bikin postingan kecil diantara postingan gua...!!

Sebenarnya gua pengen minta liputan acara imlek di berbagai tempat di penjuru dunia ini, apakah ada yang mau jadi kontributor? Maksud gua ya, tulis aja di blog masing-masing, ntar kita saling link, kalo udah!! hehehe, gimana? Pada mau gak?

Tapi setahu gua memang di negara-negara yang memiliki orang-orang keturunan tionghoa dengan proporsi besar, memiliki sejarah yang lebih dibanding negara-negara lain buat acara imlekan. Biasanya ada pesta perahu naga, pesta lampion, lalu sembahyang sebelum tahun baru, dll dah!! :)

Bev, tulis ya, soal imlek disana...!!!

Ni gao shu ni ba ba, wo xie xie tha, wo neng bu neng jiu da yi jian shi? shuo wo xian zai cen zao xin de gong zuo, da you ma? Jiu da bang bang wo hao ma? Hehehehehe!!!! Wo kuai yao len bu ju liao!! ;)
Haucuen a.k.a Moi
January 18, 2006   08:19 AM PST
 
Wah, senangnya...!! Banyak juga yang merhatiin masalah barongsai dan tarian naga ini....!!! Ok, kalo gitu gua jawab satu per satu ya? Kalo kepanjangan ntar gua posting jawabannya di komentar terpisah.

Pakde Q: Walaupun terbuat dari kertas, bambu, dan bahan-bahan yang terlihat ringan, sebenarnya gak ringan-ringan banget tuh barong, apalagi yang naga, biasanya kalo yang naga seh punya seperti batang kayu penyanggah, dan ditarikan bersama banyak orang, tergantung panjang naga tersebut, tapi tetap perlu lincah, dan singa juga sama, kalo yang berdua musti memiliki sinkronisasi tingkat tinggi.

Makanya, nama tariannya, bukan long diao, tapi long wu, soalnya dalam tulisan mandarin pun, diao = melompat, selalu digabung dengan wu = gerakan lincah or silat, buat menjadi satu kesatuan, kalo dance dalam mandarin jadinya diao wu, hehehe alias dalam gerakan melompat jejingkrakan, musti punya wu, alias aturan yang jelas, hehehe!!! :) kapan-kapan gua bahas mengenai tulisan ini, hehehehehe!!! :P

So, basically, kalo nanya apakah gua pernah menarikan ini, jawabannya adalah tidak, secara gua gak bisa wu shu, alias ilmu bela diri yang menjadi dasar dari gerakan tarian ini. :)

Lu zipeng: apakah nama loe Lu Zi Peng? hehehehe!! Kalo iya, salam kenal ya, A Peng!! :) Btw, mengenai orang yang berbentuk boneka itu biasanya ada 2 bagian dari arak-arakan saja, atau yang memegang mutiara, dan kipas, kalo mereka memegang salah satu dari itu, maka mereka termasuk salah seorang "buddha", yang secara ritualnya menjadi penunjuk arah dari tarian sang naga, karena mereka melambangkan kebijaksanaan. :)

Sisca: Thanks ya!!! Ini juga masih penuh kekurangan kok, gua pengen lebih dan lebih lagi, ntar kalo sempat gua bakal nulis lebih banyak lagi soal budaya Cina.

Soal nempel di mading, ok, ok aja kok, gua senang aja kalo tulisan gua bisa memberikan suatu nuansa budaya yang mendorong terjadinya akulturasi dari berbagai budaya yang berbeda, biar kita bisa belajar bersama-sama menjadi warga dunia yang civilized. :)

Singkawang memang rajanya dech, kalo soal budaya ginian, nah itu pun ada sejarahnya, dan berhubungan erat dengan cerita gua yang mengenai arti sebuah nama yang dulu, ini membentuk sebuah republik di Indo dulu jauh sebelum Indonesia merdeka, yang merupakan cikal bakal dari Negara Singapura. :) Hehehehe, nanti ya? Kalo udah sempat gua tulis lagi. Btw, kalo nggak pulang ok, tapi ang pao musti tetap ada ya??? :P
Beverly
January 17, 2006   06:01 PM PST
 
Teng yi shia, wei sem me wo te link cai ni te fellow blogger she kuo chi wang yek(error)??:(((
Beverly
January 17, 2006   05:42 PM PST
 
Kalau di Taiwan wu lung masih bisa kita lihat saat malam chinese new year(Thuan yuan re) sampai ceng yek 15(chinese calendar bulan 1 tgl 15). Mereka akan memasuki tiap rumah yang pintunya terbuka. Dan memberi hormat pada tempat sembahyang yang ada dirumah itu. Saat mereka pergi biasanya ada diberi hung pau. Sayangnya kebudayaan udah luntur sehingga iring-iringan juga tidak semeriah dulu. Menurut daddy Bev, justru masih ramaian wu lung ala Indo.

Kalau Wu shi udah jarang bisa dilihat disini. karena generasi yang bisa wu shi(perguruan) udah jarang. yang tinggal yang udah lanjut usia. Sedang anak mudah sekarang udah tidak tertarik dengan kebudayaan yang mulai mau punah. Mereka lebih tertarik pada rap dan duduk di depan komputer masuk chat room:((

sekarang kalau mau wu shi harus undang dan biasanya ada perayaan besar2an di miau thang(vihara?). Itupun harus diundang khusus dari suatu perguruan dan biasanya mahal.

Bev juga pernah lihat yang pakai benda tajam yang ditusuk-tusuk kebadan sampai berdarah. hal itu sudah biasa disini. Setelah mereka sadar biasanya mereka disiram arak supaya tdk terinfeksi kuman, bisa bayangin sakitnya?:(( And waktu pertama kali lihat upacara itu, aku pingsan benaran:P

btw, Kung si kung si@@ nan tek khe yi shieh tau i pai khe wen cang. Ti i pai khe te chen liau pu chi. Wo hen shen mu ni a:))

Wo daddy yu tu ni te wen cang and ta chen te hen khua cang ni oo:))

Nian ching ren siang ni yi ching hen sau oh, suo yii yau cia yu Yang Hau Cuen. Mei sem me hau ce yu i chi
"Tai Wan mei le" PS> wo mei sheng ni te chi lho>
(ini mau kasih komen atau numpang posting ya>hahahaha) see you



Sisca
January 17, 2006   05:31 PM PST
 
Sekarang kalo di tanya soal kebudayaan Cina, tinggal clik blog ini, semua terjawab...brovo ya ko..:)

Sekalian minta ijin untuk di copy dan tempel di mading sini, biar budaya "Cina" bisa menyatu dengan budaya "Perancis"

Singkawang....disana adalah surga pesta naga dengan budaya Cina yang sangat kental.

Sin Cia saya belum bisa pulang, saya tunggu liputannya aja..
lu zipeng
January 17, 2006   05:14 PM PST
 
Hi,

Salam kenal, sudah lama ngikutin blog ini, baru kali ini tergerak untuk komen setelah baca postingan yang satu ini. :P

Bravo, ternyata masih ada yang concern sama budaya leluhur.
Jarang lho (termasuk saya) :P

Btw, kalau ngga salah, yang menyertai tarian naga, kan ada tuh orang yang pakai topeng model full coverage berbentuk kepala boneka. Itu artinya apa ya?

Trims & ditunggu tulisan berikutnya. :D
Q
January 17, 2006   05:12 PM PST
 
Waa.. lengkap banget Ri. Rajin bener :)
Jadi tau nih sejarahnya barongsai dan aneka macamnya. Paling seneng sih ngeliat kalo barongsai lagi akrobat. Ya cuma sejauh itu aja selama ini ketertarikannya.

Pernah ikutan maen gak Ri? :)
Haucuen a.k.a Moi
January 17, 2006   04:06 PM PST
 
Hehehe, sebenarnya acara trance gitu adalah part of tradisi sembahyang, yang menyatakan kehadiran sang dewa dalam tubuh orang yang melakukan sembahyang.

Jadi seperti manifestasi, kalo "dewi" kota Bogor seh, hehehehe!! Tahu sama tahu dech kita mah!! :) ;) *wink wink balik*
BASKIN
January 17, 2006   03:19 PM PST
 
Duh, kalo di Bogor gak pernah ada yang pake trance and berdarah-darah gitu...

Kan xiao didi tau sendiri toch dewi nya Kota Bogor seperti apa *wink*, kayaknya gak sesuai dengan yg berdarah-darah atau apapun yg kurang anggun geto lohh :D
Haucuen a.k.a Moi
January 17, 2006   01:59 PM PST
 
Yeps, benar tjie, waktu gua di Ujung Pandang perayaan tahun baruan Imlek, ada tuh iring-iringan panjang banget dari berbagai klenteng di UP. Mereka bawa segala macam lah, termasuk Fat Hok Lion dan lain sebagainya, belum lagi arak-arakan persembahan yang bakal menuju klenteng terbesar di seluruh kota UPG.

Orang yang tumpah ruah ke jalan juga gile banyak banget, padahal itu cuman di 1 jalan yang puanjang banget, orang2 ada dari ujung ke ujungnya, sampe waktu itu gua jalan gempor sendiri. hehehehe!! Kemeriahan ini mungkin bakal terjadi lagi kali buat tahun ini, tapi nggak tahu dech bisa gak, kalo hujan kan bakal nggak bisa dilaksanakan.

Btw, waktu itu ada acara orang disembahyangi dan akhirnya kesurupan roh dewa, sampe akhirnya ngiris-ngiris badan lah, dll. sempat ngeri juga dech!! :) Soalnya pada nusuk-nusukin badan, dll. Ighhh, padahal berdarah-darah tuh, tapi nggak sakit kayaknya, weks!! Ada yang sampe benar-benar trans, soalnya meja tempat patung dewanya hampir kebalik, sampe akhirnya kejar-kejaran ma pawangnya gitu. Weks!!!
BASKIN
January 17, 2006   01:06 PM PST
 
Jadi ingat awal-awalnya Chinese New Year dibolehkan lagi untuk dirayakan di Indonesia. Rasanya penasaran banget waktu itu pingin lihat arak-arakan tarian naga and kilin di daerah kota (dari mulai klenteng petak sembilan ampe pelataran yg di depan Cafe Batavia itu), and perayaan di Kota Bogor.

Alkisah jaman dahulu kala, waktu adat-istiadat itu belum di-banned, perayaan taun baru Imlek di Bogor adalah salahsatu perayaan yg paling semarak di Indonesia. Arak-arakan taun barunya menempuh jarak yang cukup panjang, dari depan klenteng Hok Tek Bio (mungkin dalam bahasa Mandarin: Fu De Miao) di dekat Pasar Bogor sampai ke Gedung Walikota, dan kemudian kembali lagi ke klenteng.

Selain barongsai, arak-arakan juga mengusung boneka2/patung2 dewa-dewi, dan juga rombongan berpakaian tradisional Tionghoa.

Menurut tutur cerita orang2 tua, pada masa itu masyarakat kota Bogor tumpah ruah ke pinggir jalan yang jadi rute arak2an. Dan gak cuman dari daerah kotanya aja, tapi juga dari daerah yang cukup jauh seperti Sukabumi, Leuwiliang, Ciampea. Tentunya kebanyakan dari para penonton tsb adalah warga 'pribumi' alias bukan keturunan Tionghoa. Tapi gak ada masalah dengan hal itu. Buat warga Kota Bogor pada masa itu, perayaan taun baru Imlek adalah event bersama, suatu kesempatan dimana seluruh warga bisa rame-rame ngumpul.

Beberapa tahun belakangan ini sudah ada upaya untuk menghidupkan lagi momen itu, tapi sepertinya belum bisa mencapai kemeriahannya di jaman dulu.


Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry