|
Monday, November 29, 2004
A Concert, An Encore, A Finale...!!!
Concert...........!! Walaupun gua bukan penyanyi komersiil, sepanjang tahun ini, Thanks to my 4 Choir (maruk, ya gua?), gua udah konser hampir selusin kali. Tiap kali konser, selalu perasaan yang berbeda. Mungkin karena komposisi musik, aliran musik, jaman dan nuansa yang diinginkan sang komponis berbeda satu dengan yang lainnya. Karunia musik dan kejeniusan manusia dalam menggubah nada-nada menjadi tautan melodi, dan akhirnya sebuah komposisi maha karya yang luar biasa memang bisa kita acungkan jempol. Sebagai penyanyi yang mulai dan belajar serta merangkak dan gak mau keluar dari musik klasik, well gua memang awam tapi sedikit banyak, beberapa karya yang lumayan terkenal dan menari sudah pernah gua nyanyikan. Semua memiliki nuansa yang berbeda, Die Jahrezeiten (4 Season), yang begitu indah, menyanyikan keceriaan manusia menyambut datangnya musim, Messiah, yang begitu agung dan indah, menceritakan kelahiran Sang Kristus, ke dalam dunia, hingga kematian yang menjadi puncak karya penyelamatannya bagi manusia. St. Paul, yang berkisah tentang pergumulan perjalanan seorang manusia memberitakan kabar baik kepada dunia. Elijah, berkisah mengenai karya seorang nabi Tuhan, yang berperang melawan kejahatan dan ketidaktaatan sebuah suku bangsa. Christmas Oratorio, sebuah karya yang begitu indah mengenai natal dan kelahiran Sang Kristus. Hingga, karya modern seperti Kantata Malam yang Ajaib, dari J. W. Patterson, yang kemarin gua nyanyikan.
Kantata ini terbagi atas beberapa bagian yang dinyanyikan secara berurutan diselingin narator dan bagian solo yang dilantunkan selama kurang lebih 1 jam. Semuanya berkisah tentang cerita Natal. Sang Raja yang dinantikan. Fokusnya tentu pada cerita natal dan kelahiran DIA. Ada kisah tentang kehamilan Maria, dan kedatangan malaikat Gabriel memberitahukan hal itu, kemudian cerita tentang para gembala dipadang yang sedang menjaga dombanya, dan mendapatkan berita tersebut, kisah tentang orang Majus, kisah pertemuan mereka semua, dan ditutup dengan indah berdasarkan kisah kelahiran itu. Malam Indah dan Megah...... Kristus t'lah dilahirkan, bersukalah hai dunia yang sesat! Bersukalah.....!!
Keseluruhan kantata ini memberi makna tersendiri bagi gua. Well, natal memang sudah mulai gua rayakan sejak mengikuti sekolah minggu, belajar dari kecil tentang Yesus, tentang kisah natal dan semua yang berhubungan dengan atribut Kristen. Menginjak remaja dan mulai beranjak dewasa, gua belajar juga sisi-sisi lain yang dulunya tidak pernah gua pertanyakan. Dulu, gua berpikir iman tidak boleh dipertanyakan, iman hanya sesuatu yang perlu kita percaya, that's it, no mo question, ada pertanyaan artinya kita gak beriman (kurang beriman). But, setelah melalui banyak hal gua belajar bahwa its ok to have doubts, its ok to even ask God, well secara Tuhan demokratis banget bukan? Membiarkan gua melalui kehidupan gua dan bergulat dengan tidak pernah membiarkan gua benar2 jatuh, menjaga gua dengan cermat tanpa benar2 memanjakan gua dengan kehidupan tanpa perjuangan. Well, itulah yang coba gua syukuri ketika menyanyikan kantata kemarin. Mendekati moment natal, saatnya bagi gua untuk kembali menelusuri kehidupan gua secara total sepanjang tahun. Seberapa gua udah berubah, menuju lebih baikkah? mundurkah? atau stagnan di tempat. But, again setiap ups and downs, apapun itu gua syukuri sebagai pengalaman hidup yang membentuk gua, apapun itu, jika kekurangan sedikit or kelebihan sedikit gua akan menjadi sedikit banyak berbeda dari gua yg ada sekarang.
So, gua berharap yang nonton kemarin pun melakukan or at least berpikir hal yang sama. Merenungkan hidup....!! Belajar mensyukuri semua hal yang ada, dan mulai bernyanyi bersama gua, MALAM INDAH dan MEGAH, KRISTUS T'LAH DILAHIRKAN.....!!! BERSUKALAH HAI DUNIA YANG SESAT....!!! BERSUKALAH......!!
PS: It's another concert passed me by, yet there is another concert, and another to come :)
|