Jahja Ling dikenal sebagai konduktor yang mempunyai reputasi internasional. Saat ini beliau menjabat sebagai
Music Director dari
the San Diego Symphony setelah sebelumnya selama 18 tahun menjadi
Resident Conductor dari
The Cleveland Orchestra. Selain itu beliau juga menjadi
Artistic Director dari
Taiwan's National Symphony Orchestra dan memegang jabatan sebagai
Honorary Conductor dari orkestra tersebut. Hampir semua orkestra utama dari Amerika Utara pernah dipimpin oleh beliau. Di luar Amerika dan Taiwan, beliau pernah memimpin, antara lain,
Leipzig Gewandhaus Orchestra, the Chamber Orchestra of Lausanne, the China Broadcasting Symphony Orchestra di Beijing, the Hong Kong Philharmonic, the Malaysia Philharmonic, the Netherlands Radio Philharmonic, the NDR Radio-Philharmonie di Hannover, the
NDR Symphony Orchestra di Hamburg,
the Shanghai Symphony, the Singapore Symphony, the Sydney Symphony, the Stockholm Philharmonic, dan
Tokyo's Yomiuri Nippon Symphony. Beberapa artis terkenal yang telah bekerja sama dengannya adalah Yo-Yo Ma (
Silk Road Project) dan Whitney Housten ("
Star-Spangled Banner" dalam acara
Super Bowl 1991). Dilahirkan di Jakarta, beliau mulai memainkan piano pada umur 4 tahun. Belajar di Sekolah Musik Jakarta denga Suzy Djoeandy dan kemudian Rudy Laban. Pada umur 17 tahun memenangkan Kompetisi Piano Jakarta dan setahun kemudian mendapat besiswa Rockefeller untuk belajar di
Juilliard School. Setelah mendapat gelar master, beliau melanjutkan ke
Yale School of Music untuk belajar conducting di bawah Otto-Werner Mueller, dan mendapat gelar doctor of
musical arts pada tahun 1985. Pada tahun 1980 Jahja Ling mendapatkan
the Leonard Bernstein Conducting Fellowship di Tanglewood dan dua tahun kemudian, dipilih oleh Bernstein, yang menjadi mentor yang paling berpengaruh, menjadi
Conducting Fellow pada
the Los Angeles Philharmonic Institute. Dan tidak dapat dilupakan dukungan dari seseorang yang sejak dari masa muda melihat dengan jeli bakat musik dari Jahja Ling dan terus memberikan dorongan untuk mengembangkan karunia itu, yaitu Pdt. Dr. Stephen Tong.
Stephen Tong mendirikan
Jakarta Oratorio Society pada tahun 1986, setelah melihat gereja-gereja di Indonesia tidak lagi menghargai keagungan musik sakral yang lahir dri tradisi Gereja. Dikenal sebagai tokoh yang ber-multi-talenta, musik merupakan salah satu kecintaan beliau sejak dari muda. Hati yang disentuh oleh kasih Tuhan menghasilkan musik-musik yang bermutu tinggi dan mengangkat hati untuk mengagungkan Tuhan. Sangat disayangkan jika ada satu generasi dalam Kekristenan tidak mendapat kesempatan belajar menghargai keindahan musik Gereja. Dengan beban ini Jakarta Oratorio Society didirikan dan setiap tahun tetap mementaskan karya-karya sakral yang agung, dan sempat memegang rekor sebagai pementas musik klasik yang mempunyai penonton terbanyak selama bertahun-tahun.
Informasi dan tanda masuk hubungi:
Pi Ha: 0816 800 098
Miko: 0812 821 3066
Maria: 0811 838 307
Grace: 0815 820 1930
Shierly: 0815 970 0338