Lagu ini sering banget didengar di saat natal, entah di shopping mall, di radio, di konser natal, di perayaan natal, bahkan di koleksi kaset-kaset atau CD natal kita. Entah itu orang Kristen ataupun non-Kristen serasa lagu ini sudah begitu akrab dengan telinga kita. Tapi tahukah keindahan yang terdapat di dalam lagu yang simple dan tidak lebih dari 1 oktaf ini?
Melodi lagu ini, diambil dari bagian awal musik pengiring dari lagu Aria Tenor pembuka dari The Messiah karangan George Frederic Handel, berjudul Comfort ye my people!! dan juga nada awal dari sebuah chorus di karya yg sama berjudul Lift up your heads, all ye gates!!. Lagu ini sungguh tidak lebih dari 1 oktaf, dari C tertinggi hingga C terendah. Curios to know?? Hehehe let me give u a hint of the song.
Berdasarkan syair lagupun, kita dibawa untuk mengenang suatu peristiwa, peristiwa kedatangan Sang Raja, yang turun dari tahta Surga ke bumi, untuk membawa, kabar sukacita dan damai sejahtera di bumi. Mulai dari yang tertinggi, C (do) kemudian si la sol fa mi re do. Bagian pertama ini menunjukkan kata2 di syairnya Joy to the world, the Lord is come...!! Dari mana Dia datang? Dari atas, dari tempat tertinggi, Joy datang dari Surga ke bumi. Biarlah bumi menerima rajanya. Bagian kedua dimulai dengan nada rendah naik ke tinggi. Sol la, la si, si do. Manusia diangkat untuk bertemu dengan sang Khalik. Kemudian dilanjutkan dengan penegasan, Tuhan turun (Do do si la sol sol fa mi (2x)), agar manusia bisa naik dan bertemu Tuhan (Mi mi mi mi mi fa sol, fa mi re re re re mi fa), agar manusia bisa bertemu dengan sang Khalik. Manusia bisa bertemu sang Khalik, karena Dia sudah turun (Mi re do do (tinggi) la sol fa mi, fa mi re do). Indah bukan?
Itulah refleksi natal yang saya terima kemarin. Setelah, sepanjang tahun mengaku melayani Tuhan, setelah sepanjang tahun, bergumul dengan kehidupan, setelah sepanjang tahun, mengaku menjadi orang Kristen, saya belajar menginsafi kembali seluruh keKristenan saya sepanjang tahun ini.
Berapa dari kita yang mengaku sedikit "mengenal" Tuhan? walaupun dalam sense yang sangat terbatas? Bisakah kita mengecap sedikit pengenalan akan Tuhan, kalo Tuhan tidak pernah memperkenalkan diri? Saya coba merefleksikan kepercayaan saya, ketika saya berkata saya membaca Firman, dan saya diberikan sedikit pengertian akan keTuhanan, tapi mengapa orang yang membaca kitab yang sama, bisa memberikan reaksi yang berbeda, dan bahkan menghina atau mencaci maki kalimat yang sama? Kalau tidak Tuhan memperkenalkan diri kepada manusia, bisakah manusia mengenal sedikit mengenai Tuhan? Tidakkah kita takut mereka-reka, dari alam, ciptaan Tuhan, bahwa Tuhan yang kita kenal sedikit itu salah kaprah? Karena pada dasarnya kita memang masih belajar, belajar menjadi manusia. Tapi bisakah kita mengenal diri kita sendiri? Tidakkah kita takut bahwa kita pun bisa salah kaprah mengenal diri kita? Saya percaya tidak bisa tidak, kembali ke sang Khalik yang paling tahu siapakah kita kini, kita belajar mengenal diri kita. Kita belajar menyelaraskan hidup kita, seperti kehendak sang Khalik, ketika kita diciptakan, karena saya juga percaya kita tidak hidup hanya sebagai suatu kebetulan belaka.
Saya mengucap syukur, karena anugrah sang Khalik kepada saya pribadi, walau sedikit dan tertatih-tatih saya belajar menjadi manusia, saya tahu sepanjang saya berjalan, sang Khalik tidak saya melihat, dan mengawasi saya, tapi Dia berjalan di samping saya, dan menuntun saya ketika saya terjatuh entah karena kesombongan atau kecongkakan saya sebagai manusia, menenangkan saya ketika saya sedih dan membutuhkan penghiburan, membisikan peringatan2 ketika saya terlalu bahagia, agar jangan saya jatuh kedalam kesombongan, bahkan mengingatkan saya akan tugas dan kewajiban saya sebagai manusia yang terus belajar.
Hampir ditutup lembaran tahun 2004, makin dekat pintu ke tahun 2005. Seberapakah saya telah menjadi manusia? Apakah saya tahu pasti? Bagaimanakah dengan kita? Sudahkah kita mengalami natal di hati kita masing-masing? Joy to the world, the Lord is come..!! Natal bukan monopoli sekelompok orang, Natal adalah untuk kita semua. Selamat Natal, kawan2ku yang kekasih!! Sang Khalik tlah datang ke dunia, demi anda dan saya. Let you and me receive our King...!!
Merry Christmas for you and me!!