Kejadiannya mulai kemarin malam ketika gua benar-benar mulai lagi merasa rada-rada meriang diakibatkan kondisi perut gua yang kembung gak karuan, and gua tahu bahwa penyebabnya tidak lain tidak bukan karena perut gua tutupnya kesumbat, entah kesumbat ama apa. Ya olo, plis dech, sekarang gantian dech pengalaman buruk gua. Bak coklat yang terus menerus dipadatkan pada sebuah botol yang ujungnya disumbat ma sebuat sumbat plastik, or champagne yang udah dikocok-kocok tapi belum dibuka-buka juga tutupnya (I refuse to choose Coca Cola, and Sprite as an example, secara kurang elegan dan berkelas). Jadilah gua merasakan yang namanya siksaan fisik bak neraka, sepertinya perut gua melendung aja. Gua paksakan buat menyemprotkan Parfum Badani nan semerbak pun tak bisa dikeluarkan. Gua benar-benar nyaris
GILA, dibuatnya. Oh, nooooooo....!!!! Gua coba cara terakhir dengan mengoleskan balsem ke sekitar bagian bekas ari-ari gua, dan alhasil setelah bergulat bak pegulat gaya Greco Roman, gua berhasil tidur. YAP, instead of
KENTUT, gua malah tertidur. Mungkin Tuhan berbaik hati ma gua, supaya gua kagak lebih tersiksa lagi dari pada sekarang. Eh, nggak tahunya, jam 2.45 subuh, SUBUH, saudara-saudara, gua kebangun karena komputer gua belum mati, dan badan gua sepertinya punya alarm buat maksain gua bangun. Ada rasa mules.
Dalam hati gua mo teriak,
PUJI TUHAN, gua bisa hmmmmmm, u know whatlah.
Tapi rupanya nasib gak memihak ke gua, walaupun udah dengan senang hati gua lari-lari ke kakus kost gua, dan berbugil ria, tetapi tetep aja suratan takdir berbicara lain, sumbatan botol gua masih belum tercabut dari tempatnya. Gua rasa dikit banyak gua ngerti soal pepatah, Bak makan buah simalakama, hidup segan mati tak mau, kalo kasus gua Mencrot segan, Boker tak mau...!! (Iya, iya gua tahu gua lagi omong
JOROQ, bodo lah!!!). Tapi, untunglah gua tetep ketolong dengan berhasilnya gua menembakkan rudal-rudal bau kimiawi tubuh yang panas dan menyengat itu ke udara. Dan, terus terang saat itu gua bersyukur bisa menikmati bau yang menandakan kalo ada kemungkinan gua dah mendekati sembuh.
Nah, jadilah hari ini gua berjanji dalam hati, untuk tidak lagi menjaga makanan gua (alias: Makan sebanyak-banyaknya), secara beberapa hari ini gua cuman makan bubur ayam dan nasi tim ayam ditemani ma Marie Regal,
OHHHHHHHH, betapa menderitanya dakoe!!! Dan untunglah juga gua malam hari masih ditemani orang-orang maniez Jembatan ancol, seperti
Noldie. Hehehe, nold, gua tahu rahasia kelemahan loe sekarang, hihihihihi...!!!! Nah, kebutulan pulak, dua hari ini, bos Keuangan gua dan bos IT gua ulang tahun. Ah, pestalah aku dan kawan-kawan kantorku, tadi siang di sebuah restoran indah bernama Pondok Idaman (Gua rasa
Bang Yoyok pasti tahu, secara dia kan EO getoh, dan pergaulannya luas bukan? :P ). Secara itu restoran sunda, well, agak-agak modern sunda gitu lah, menu yang dipilihkan penuh dech dengan seafood, seperti ikan gurame goreng, cumi kecap, cabe cah kangkung, ikan baronang bakar, kerang saus tiram, nasi 4 bakul, tahu dan tempe goreng, plus lalapan dan of course sambel. Gua awalnya memutuskan gak mo makan sambel, secara perut gua masih mesem-mesem nyengir meringis, kayak si jelek woody woodpecker, kalo abis ngejailin orang, tapi.............
Siapa nanya, dan apa dayaku, makan makanan gitu tanpa sambel, seperti eek, ndak tuntas dan mampet pet pet, hiksss.....!! Gua benar-benar gak tahan untuk tidak melahap sambel, and secara menu cah kangkungnya adalah menu bercabe, akhirnya gua tutup mata dan langsung aja makan ikan bakar dan yang lainnya dengan cabe, dan sambel. And sodara-sodara, sekarang sehabis pulang makan, dan minum obat, gua rasa perut gua mulai dech kriwel-kriwel, apakah tanda akan ada pengharapan, seperti tanda-tanda datangnya hujan yang diiringi mendung diluar?
TUNGGU KELANJUTANNYA,
SETELAH SAYA BALIK DARI
KAKUS.....!!!