"If in this life only we have hope in Christ, we are of all men most miserable."
(1Corinthians 15:19)
Apakah PASKAH itu? Paskah, bagi gua adalah sebuah pengharapan, sebuah anchor ke masa depan. Seperti perkataan dari seorang Teolog Denmark,
Søren Abby Kierkegaard, jika kita tidak menyauhkan jangkar kita ke sebuah pengharapan kepada kekekalan, maka betapa menyedihkannya hidup kita sebagai seorang manusia. Seperti itulah pengharapan dalam kebangkitan Kristus, sebuah pengharapan ke masa yang akan datang, kepada kekekalan. Itulah Janji dari DIA, sebuah janji yang sudah digenapi, karena DIA yang berjanji berada dalam kekekalan, dan bukan kesementaraan seperti kita manusia.
Seperti guratan saya yang
sebelumnya. Adalah tidak sulit bagi DIA untuk bangkit dari antara orang mati, karena DIA adalah yang empunya hidup itu. Tetapi, jikalau DIA tidak bangkit, maka sia-sialah kepercayaan jutaan ribu manusia yang menaruh IMAN kepadaNYA. Setiap kita selalu bahagia menantikan sesuatu, ketika seorang anak lahir ditengah-tengah sebuah keluarga, maka kebahagiaan terbesar orang tua, saya pikir, terletak pada pengharapan melihat anak itu suatu saat kelak berhasil (berdasarkan definisi masing-masing), dan melihat dia bertumbuh menjadi seorang manusia seutuhnya. Sebuah pengharapan, selalu membawa kebahagiaan dan excitement dalam hidup. Seorang yang bekerja keras di sebuah perusahaan, juga berharap, suatu saat nanti, dengan performance yang bagus, dan kesempatan-kesempatan pembuktian diri yang berhasil, jenjang karier tertinggi dapat dia raih di perusahaan tersebut. Adalah wajar dan perlu bagi manusia untuk berandai-andai dan berharap, tapi..... sekali lagi pengharapan manusia seringkali terlalu egois dan kadang sulit terwujud.
Lalu, apa yang diharapkan DIA dari kita? Adakah yang bisa diharapkan DIA, dari anak manusia? Saya kira TIDAK ADA, karena hampir tidak tersisa sedikit pun kebaikan murni di hati manusia, kecuali sebuah serpihan-serpihan kebaikan yang tetap terpelihara, itupun karena perkenan dari DIA yang menciptakan kita. Sebaliknya, DIA tidak berharap malah memberikan pengharapan kepada kita, manusia. Sebuah pengharapan akan sesuatu kekekalan, sebuah keindahan persekutuan bersama DIA, so sebuah hal yang terkoneksi langsung kepada SUMBER, sebuah kedekatan, dan keintiman yang puncak. Terbayangkah jikalau nantinya kita bisa bersama dengan DIA setiap saat? Setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun, dan sepanjang abad, sampai kepada keabadian? Sebuah keindahan terpuncak bukan? Semuanya telah dijanjikan, sudahkah kita berbagian didalamnya?
From someone who still learn to be HUMAN before GOD!!