Saudara-saudara yang tertintah (gaya noldie, si tintah manintah dari batak sana)!
Well, belakangan ini gua disibukkan dengan kegiatan mengurusi kepergian dan kedatangan bagian struktural tertinggi di tempat gua bekerja. Eh, pada udah tahu kan kalo gua kerja di sebuah rumah sakit swasta lumayan terkenal di Jakarta? hehehehe!! Kalo belum, dah gua beritahu kan? Hmmm, nah belakangan ini setelah terjadi sebuah perubahaan kepemimpinan dan model perusahaan induk, maka perusahaan atas nama rumah sakit, bakal digiring masuk ke dalam kandang payung yang lebih besar. Ujung-ujungnya kemarin, kawan-kawan gua rupanya mempersiapkan sebuah pesta perpisahan buat CEO dan COO gua, eh ma Kep bag SDM, wah kalo gua seh gak papa mereka pindah, atau pensiun atau ngapain kek, tapi secara akhirnya bagian gua ketiban pulung, seorang kawan gua yang biasa menjadi fotografer didaulat menjadi kameramen dadakan, dan tahu gak gawenya, dia musti shoot para dokter dengan jadwal mereka yang gak jelas, khususnya lagi dokter tua, alias yang sudah lama kerja or mengabdi di RS gua, and interview mereka satu-persatu untuk menyampaikan kata-kata perpisahan kepada CEO dan COO gua.
Yang menyenangkan hanyalah acara makan-makan yang sudah tersedia dengan berlimpah, dari tekwan yang very Chinese, ke Tempura, yang rada-rada Japan style, sampai ke es doger yang benar-benar Indo asli, hehehehe!! Cuisine Indonesia mah dah gado-gado, karena seperti orangnya pun sama. Cuman, akhirnya pekerjaan teman gua berakhir dengan gua yang kudu diburu-buru untuk memindahkan data dari digital Camcoder perusahaan gua ke format VCD, and secara gua baru belajar, akhirnya malah telat karena acara dah mau dimulai dan gua memutuskan untuk angkat tangan karena memang dah gak ada waktu lagi. Fiuhhhhh....!!!
Eh, nggak tahunya pas acara pun, hanya sebagian yang dipakai untuk dijalankan, secara disambung langsung dari Camcoder gua ke LCD Projector. Itupun hanya secuplikan kecil. Ya, olo, asli gua capek banget gara-gara kegiatan itu, gua sempat kesel juga!! Reseh dan kesel, gua disuruhnya dalam waktu yang sangat singkat buat mengkonversi. Ya, mana sempat lah!! Sumpe gua bilangin gua gak pernah pegang tape seperti itu, Ya sudah, berlalulah hari ini.
PS: Teman-teman saudaraku sebangsa dan setanah air, kalo misalnya kalian mendapatkan tulisan diatas gak nyambung, jangan heran, selain karena sekarang saya ngetik story ini bareng-bareng dengan mata gua yang setengah watt. Jadi ntar gua revisi dolo ya? Sekarang dah jam 1:46, gua dah kudu istirahat juga, kapan-kapan kalian bisa lihat lagi setelah di revisi. :)
Eh, setelah gua check, di blog gua, rupanya ada posting terlambat yang belum juga di post gara-gara masih mo direvisi, but, bagi gua tulisan diatas memang keindahannya terletak pada ketidak nyambungan satu paragraf dengan paragraf lainnya. Oh ya, satu hal saja yang mau gua tambahkan kepada tulisan diatas, pesta diatas diakhiri dengan acara goyang dangdut dari artis yang diundang oleh kantor gua, dia (wanita cantik usia muda, paling diatas gua satu atau dua tahun, atau malah lebih muda), yang asoooiiiii geboooiiii goayangannya dan adoooohh, dia itu kalo mo kasih sebuah kata untuk mendeskripsikan tubuhnya, adalah Padat, bahenol, dia benar-benar membuat bapak-bapak yang udah kayak harimau lapar gak pernah dikasih makan, bergoyang rame ditengah-tengah teriakan ramai kawan-kawan yang lain. Asli acara ini penuh banget dengan goyangan-goyangan maut ala raja sawer. Hahahahaha........!!!