Ini kali kedua gua menuliskan sebuah pengalaman baru yang sama, secara internet gua tiba-tiba error sesaat ketika gua sedang melakukan posting sebuah artikel baru, which adalah versi pertama dari pengalaman ini, bah, and now gua harus nulis ulang semua yang telah gua tulis tadi.
Well, intinya adalah, setelah sekian lama gonjang ganjing soal perubahan kepemilikan dan merger sana-sini, akhirnya Top Management perusahaan gua memutuskan untuk melakukan pergantian CEO, di tempat gua bekerja. Dari seorang CEO lama yang sudah ada di perusahaan ini hampir sepuluh tahun dengan seorang bule asal Inggris, berusia 46 thn (30 April tahun ini). Well, at least sudah ada kepastian buat arah manajemen ke depan. So, ada sebuah kepastian, yang bagi kami semua karyawan disini, mudah-mudahan menuju ke hal yang lebih baik, or at least, what every people here think and hope kali ye....!!
Nah, sebuah perbedaan signifikan antara CEO lama gua dengan yang baru, adalah secara selain bule, maka bos gua yang lama itu adalah seorang tipe CEO, model lama yang tidak menyenangi yang namanya teknologi, kecuali teknologi kedokteran tentu saja. Nah, maka kantor bos gua yang lama, sekalipun memiliki koneksi ke server gua di IT, hal itu sudah lama dan secara bos gua memang gak pernah beranggapan kalau komputer itu penting, maka line itu entah masih bisa jalan atau tidak, tidak ada yang tahu, and buruknya hampir semua dari kami, mengasumsikan bahwa semuanya itu masih tetap sama dan tanpa perubahan yang penting.
Sebagai seorang karyawan yang rajin, pangkap pinter and of course professional, gua berusaha memberikan antisipasi-antisipasi agar semua proses perpindahan berlangsung dengan baik, termasuk dalam hari ini menyediakan sebuah notebook baru yang tentu saja sesuai dengan keperluan beliau. So, jadilah gua bersusah-susah set sebuah notebook baru (Notebook yang tentu saja lebih keren dari iBook keinginan
bang Yoyok dan
mPal). Nah, setelah gua setting semuanya, tentu saja gua tinggal dong, secara udah hari terakhir kerja buat minggu tersebut (JUMAT getoh loh!!!), and dengan santailah gua melewatkan hari wiken gua dengan gemilang dan bahagia. Secara semua kerjaan gua sudah beres tinggal menghadapi CEO baru gua aja minggu depan.
Berangkat pagi dari kost, gua dah berusaha untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang timbul dari rencana gua yang telah tersusun rapi. Rupanya pas datang, memang sebuah bencana telah menunggu, rupanya selain notebook gua, koneksi jaringan yang selama ini dikerjakan oleh teknisi, belum tersedia dengan baik. The person in charge, hanya mendengarkan jawaban yes, dari anak dibawahnya and beranggapan bahwa semuanya sudah terselesaikan dengan baik, tanpa sendiri turun tangan buat mengcheck kebenaran dari laporan tersebut, jadilah gua pontang panting pagi hari mengset semuanya lagi dari awal, jaringan yang dahulu rupanya sudah usang (secara gak pernah dipake ma bos gua, rupanya udah uzur dan gak bisa dipake lagi). Oh, benar-benar menyebalkan tahu nggak? Rencana indah gua gagal, kudu nunggin settingan jaringan itu sampai setelah makan siang baru kelar. HUH...!!! Gua udah hampir marah aja....!!!
Well, semuanya akhirnya terselesaikan dengan rapih, tapi sudah dengan emosi tinggi. Gua benar-benar nggak habis pikir kenapa ada orang yang tidak dengan rapih memeriksa semuanya, padahal itu adalah bagian dari pekerjaan mereka. Aduh, kok kerja nggak pro banget seh!! I mean kejadian ini udah berkali-kali terjadi, gua berharap kali ini gak terulang lagi, tapi dasar gua udah gak bisa ngomong apapun, kejadiannya berulang pula, eh dengan CEO pula kejadiannya, udah baru, bule pula, gua gak tahu dah pandangan dia terhadap team kami seperti apa. Yang jelas gua belajar satu hal, walaupun lain kali gua harus cross line dan membuat orang-orang tertentu tidak enak, karena terus akan gua interogasi mengenai perkembangan sebuah proyek gua tidak akan sungkan-sungkan melakukan hal tersebut, demi atas nama professionalisme. Bodo, either you with me and my standard or get out of my way.