Profile



Still young, going older single guy , trying to find a way in this cruel world...!!! Hiks... hiks... croootttt!!!! Cry
Happy to be myself and looking forward on finding friends around the globe...!! Hahahaha!!!! Big Smile
Please left a comment or visit my profile here!
Come and relax...!
It's simple, but hopefully u'll like it Wink


Tag Board

   

Calendar

<< April 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Links

Friendster
Yahoo!
GMail
Friendster

Previous Posting

Barongsai, aaaahhh!!! Dragon and Lion Dance, lor...!! (Posting ke cepek!!)
reportase singkat JiFFest 2005 (my version)
marriage...? let's go....!!
What is it in a name...!!! (extended edition)
What is it in a name...??
Trying new features for my blog.....
catch the wind and??
halleluJah!!
Me, my self, the gank and Mbatiks (3) *tamat, bosen kali ye!!*
Me, myself, the gank, and MBATIKs (2)
Me, myself, the gank, and MBATIKs
WHY? WHY? DUNNO WHY? So......?
Happy Bladed Birthday for me...!!
1 ONS BUKAN 100 GRAM....!!
Sepatu bersayap...! Ciaaaatttt!!
cucuru' Bayao dan Biji Nangka
Selamat Jalan....!!
Sengsara membawa Nikmadth...!! Ciekh...!!
Kerja dan mbabu bedanya apa?
I have my own standard...!
Selamat Paskah
Selamat Jumat Agung
HASILNYA...!
Makan siang gua hari ini (Penting gak seh!!?????)
Arghhhhhhhhh!! Duuuuuttttttt....!
Thank you, God...!
Selamat malam...!
My wiken jalan-jalan...!
Thank you all...!!
Weeken yang hmmm....!
So what gitu loh.......?
You Know You're Indonesian When....
Pagi yang cerah, dan senyum di bibir merah...!!
And My Story is...!
SLEEPY...!
Dooohh!!! PULKAM!!
What if...?
Madu di tangan kananmu, racun di tangan kirimu!
A Nice day...! :)
Dan Akupun bangun pagi...!!
GUA JADI MUDIKKKKKKKKK!!!!
SAMPAH...!!
Canvas Paintings...!
Gua flu dan pilek......!! SEBAL....!
Me.. today... To do....have done....!!
New Year... Cuti... Nomat... Piala Tiger... Met Pagi dunia...!!
SELAMAT... NURANI ANDA MATI.....!!
Dan akupun menangis...!!
Kegundahanku...!!
Yuuu...uk bantu korban Tsunami - Aceh!
JOY TO THE WORLD!!
Konser Akbar dan KKR Akbar Natal
Glory to God in the Highest...!! And peace on earth...!!
Concert (First Night)
Kehidupan.....!
Watta Blast.....!! Audiophile......!!!! PUAS!!
International Christmas Concert 2004
MUSIM.....!
Ngutang....!! BAYAR, dong!!!
I refuse to be MAD...!
Hah? Huh? Hmm.....!!
Do you ever wonder?
Bad Morning...!
Me, myself, and a vaccine!!
Whatz wrong with me?
A Concert, An Encore, A Finale...!!!
Morning Turn Offs !!
GUA JADI PAMAN!!!!!
Concert Again...! (Come... come... my fans..... ;p)

My Fellow Bloggers

Om Dan
Bang Rio
Mas Wisa
Agus "Item" Hariyo
Rommy
"Doel" Leo
Prabowo
"Bunda" YNa
Adhy
Ben
Irvan
Kenny
Ve Handojo
Nauval
Luigi Pralangga
Randy "Cano"
Zion "Abbot" Tj.
Dik Ipe'
Mutiara naULI Pohan
Teteh "Horror" Mel
Rivaldi
Noldie Ncong
Kang Mas Hary
Tji tji Sammy
Mbak Nana
Mbak RIA "Jepun"
Lucy
Barrie "Firewalk"
Kang Mas Bagoes
Bradley
Mas Qyu
Golda
Mbak Yaya January
Si Dekil
Sam "the body"
Way
Julia
Ling
Firman "Badman"
Bev
Apey
Sisca
Momon
Christ
You!! Wherever U R???


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

rss feed


Credits

Layout: Randomness
Image: Stock.XChng
BLOGDRIVE
TEMPLATES
Wednesday, April 27, 2005
1 ONS BUKAN 100 GRAM....!!

Berikut ini sebuah email yang gua rasa menarik dan gua terima dari seorang teman gua..!! Selamat membaca...!!


PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG

Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK akhir tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara langsung proses pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal. Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya menggunakan satuan pound dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram, sesuai pelajaran yang ia terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan, teman saya diberi tenggang waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara menunjukkan acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g.  Usaha maksimum yang dilakukan hanya bisa menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengartikan ons (bukan ditulis ounce) adalah satuan berat senilai 1/10 kilogram. Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.

SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN

Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal ini kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem takar-timbang dan ukur di Indonesia, yaitu Direktorat Metrologi . Ternyata, pihak Dir. Metrologi-pun telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen 100 gram. Mereka justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk ukuran berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya.

Satuan Ons bukanlah bagian dari sistem metrik ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai satuan ons ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua anak timbangan (bandul atau timbal) yang bertulisan "ons" dan "pound".

Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, ternyata tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang legal atau pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya setara dengan 100 gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia internasional, tidak pernah dikenal adanya satuan ONS khusus Indonesia.

Jadi, hal ini adalah suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun. Sampai kapan mau dipertahankan?

BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI?

Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di bangku sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata, kebiasaan salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena akan menyesatkan.

Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana penyadaran akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah dikemas dalam materi pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid (anak-anak kita) menerapkan dalam hidup sehari-hari. Sungguh memprihatinkan. Semua sekolah mengajarkan bahwa 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, dan anak-anak kita pun menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. "Racun" ini sudah tertanam didalam otak anak kita sejak usia dini.

Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan yang diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia mengajarkan seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru untuk melakukan koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau memberi-kan petunjuk resmi.

TANGGUNG JAWAB SIAPA?

Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan kita jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama kepada para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar tidak menjadi beban psikologis bagi mereka;

"acuan sistem timbang legal yang mana yang pernah diakui / diberlakukan secara internasional, yang menyatakan bahwa : 1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram?"

Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang?

Pernahkah Dep. Pendidikan menelusuri, di negara mana saja selain Indonesia berlaku konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram?

Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini?

Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan ons yang keliru ini, sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang pemakaian satuan "ons" dalam transaksi legal, maka konsekwensinya ialah harus dibuat sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas). Sistem baru inipun harus diakui lebih dulu oleh dunia internasional sebelum diajarkan kepada anak-anak. 

Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia yang konversinya adalah 1 ons (Depdiknas) = 100 gram dan 1 pound (Depdiknas) = 500 gram? Bagaimana "Ons dan Pound (Depdiknas)" ini dimasukkan dalam sistem metrik yang sudah baku diseluruh dunia? Siapa yang mau pakai?.

HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI

Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih banyak kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar. Salah satu contoh kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep kue dari buku luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana kesalahannya.

Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan masalah nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera dihentikan.

Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis mengenai hal ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak Indonesia. Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu memperbaiki kesalahan.

Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal Takar-Timbang-Ukur, Dep. Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikitpun terhadap Direktorat Metrologi sebagai lembaga yang paling berwenang di Indonesia. Mari kita ikuti satu acuan saja, yaitu Direktorat Metrologi.

Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak kita harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti landasannya, prosesnya, materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar ketertinggalan dalam hal kualitas SDM negara tetangga saja sudah merupakan upaya yang sangat berat. Janganlah malah diperberat dengan pelajaran sampah yang justru bakal menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti aturan dan standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan hanya yang rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan yang salah. Kita lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri yang berarti harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional.

Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar sebagai upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan penuh dengan tantangan berat.

ACUAN MANA YANG BENAR?

Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, dll. (maaf, ini bukan promosi) menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan lagi.

Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat dijumpai dengan mudah di-dalam buku harian / diary/agenda yang biasanya diberikan oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi.

Salah satu konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).

      1 ounce/ons/onza    =    28,35  gram   (bukan 100 g.)

      1 pound                  =    453    gram    (bukan 500 g.)

      1 pound                  =    16    ounce     (bukan 5 ons)

Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram. Apakah kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek?

Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum !!!

Jadi, kalau malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang mengajarkan. (ini hanya gambaran / ilustrasi salah satu akibat yang bisa ditimbulkan, bukan kejadian sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali terjadi)


KALAU BUKAN KITA YANG MENYELAMATKAN - LALU SIAPA?

Melalui tulisan ini saya ingin mengajak semua kalangan, baik kalangan pemerintah, akademis, profesi, bisnis / pedagang, sekolah dan orang tua dan juga yang lainnya untuk ikut serta mendukung penghapusan satuan "ons dan pound yang keliru" dari kegiatan kita sehari-hari. Pengajaran sistem timbang dgn. satuan Ounce dan Pound seharusnya diberikan sebagai pengetahuan disertai kejelasan asal-usul serta rumus konversi yang benar. Hal ini untuk membuang kebiasaan salah yang telah melekat dalam kebiasaan kita, yang bisa mencelakakan / menyesatkan anak-anak kita, generasi penerus bangsa ini.


Btw, I did some rechecking my self, there are at least 2 kinds of ounces in international metrix and measurment, tapi untuk yang Indonesia, memang sudah salah kaprah pemakaian ons ini, sampai takaran-takaran jual beli sembako pun sudah salah, dan well, sulit diubah, tapi musti diubah kalo nggak bakal berakibat fatal. Well, sekian tanggapan dari gua :)
 

Posted at 05:20 pm by haucuen

Haucuen a.k.a Moi
May 2, 2005   01:36 PM PDT
 
Well, MPALS yang penting itu adalah di klarifikasi, kenapa bisa di badan pendidikan itu ons dikenal sebagai 100 gram sementara di metrik itu udah gak dikenalin lagi, well, sebenarnya itu masalahnya, musti ada kejelasan. Well, kali aja gara2 semua hal di negara ini multi standard ya makanya jadi kek gitu dibiarkan dan gak ditulis segala macamnya!! hahahaha!!!! :P Auk ah gelap!!! ;)
Haucuen a.k.a Moi
May 2, 2005   01:34 PM PDT
 
Nah, wong nganggur, thanks ya jawabannya!!! Keknya ini bang ben dech!! Tapi kalo itu bener, maka masuk akallah pernyataan dan pemakaian ons ini, itu berarti ons itu berbeda, dan bukan ounce, yang dipake, dan gak seperti reply om Yoyok yang katanya jawaban dari surat ini, bahasa bedanya di bahasa doang tanpa penjelasan mendalam. Sekali lagi thanks!!!
Haucuen a.k.a Moi
April 30, 2005   11:39 PM PDT
 
dodY, well itu dia, sepertinya jawaban dari wong nganggur itu ada benarnya, well mungkin itu dari ukuran belanda, tapi well, man bagi gua yang penting adalah jangan ada double standar, kalo bisa dijelaskan ke masyarakat, karena bisa salah kaprah, dan kalo benar demikian artinya itu kata serapan dari bahasa belanda. hehehehe? right? :)
-nauval himself-
April 30, 2005   11:29 AM PDT
 
gue koq belum ngeliat pengenalan sistem ukuran ini bakalan diubah lagi yah.
well, kayanya emang tergantung pemakaian umum aja, yang berarti ...

suka-suka negaranya dong ah mau gimana! ya ga? hihihihih
wong nganggur
April 29, 2005   09:15 PM PDT
 
Di Belanda 1 ons=100 g tuh katanya
http://nl.wikipedia.org/wiki/Ons
:D
dodY
April 29, 2005   08:49 PM PDT
 
lapor aja ke mentri pendidikan!!! itu bukan hasil adopsi istilah asing (kata serapan) kan... ons itu memang kata asli bahasa indonesia :-) hauhaua!
Haucuen a.k.a Moi
April 29, 2005   10:08 AM PDT
 
Iya, LING, btw, salam kenal ya ling, kamu siapa ya? Makanya musti hati-hati, karena kalo salah kaprah bisa berabe tuh !! :)
Ling
April 29, 2005   09:56 AM PDT
 
aduh serem banget yaaa
Haucuen a.k.a Moi
April 29, 2005   09:07 AM PDT
 
Yeeeee, aldi!! Itu dia mental orang Indonesia, bukannya masalah yang ada disolve malah cari kambing kuning eh item buat dijadiin sasaran amukan massa!!!!

Gimana persiapan pulangnya? :)
Rivaldi
April 28, 2005   07:49 PM PDT
 
Salahin aja belanda :P
Haucuen a.k.a Moi
April 28, 2005   12:17 PM PDT
 
Makanya, hehehe, gua juga kaget hihihi, parah ya pengajaran kita, kalo beli cemilan 1 ons, hehehe hitungnya 100 gram, untung dech kita, padahal harusnya cuman 28,35 gr hahahaha!!
nana
April 28, 2005   11:02 AM PDT
 
aku juga baru ngerti beneran tentang satuan2 itu pas udah kuliah kok. Seblomnya sih antjur berats jg pengertianku hehehe..
Haucuen a.k.a Moi
April 28, 2005   10:21 AM PDT
 
Hehehe, Mas Pras, OM Doel, Ibu Ria, iya neh tersebar kemana-mana ya? Hehehe, gak papa lah, kan diijinkeun untuk melansir ulang hehehe!!

Tapi memang, gua dah check, ada banyak versi ons, tapi yang jelas gak ada versi 500 gram hahahahaha!!! Gua seh memang benar2 kebayang yang apoteker, secara me kerja di hospital getoh, kebayang dong kalo dosisnya pake ons ikke bisa nurjanah dech!!! Matek gak loh!!! ;)
siberia
April 28, 2005   06:21 AM PDT
 
komenku sama seperti Doel :D
Doel
April 28, 2005   03:43 AM PDT
 
Wah ternyata emailnya sampai keman2 ya. Saya terima juga :D
Pras
April 28, 2005   01:20 AM PDT
 
well, ternyata gitu ya.
tapi setahu aku memang ada ons (yg 10 gr) dan ounce (yg 28,35 gr).
malah beda lagi "troy ounce" (31,103 gr).....

btw, aku prihatin dengan nasib teman kamu, mustinya ga 100% "kesalahan" dia.
emangnya yang laen pada kemana ?


Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry