|
Monday, November 21, 2005
What is it in a name...??
Membaca sebuah posting yang penting dan bikin ngakak dari uda RIO, bikin gua tergelitik buat menyelidiki bagaimana sech cara penamaan dalam sejarah dan budaya keturunan di tanah leluhur, since bagi gua penamaaan selama ini sangat penting dan unik di dalam budaya keturunan khususnya gua yang memang masih ke turunan kedua langsung dari nenek dan kakek gua yang memang aslinya datang dari daratan bernama MAINLAND CHINA itu. :)
Setahu gua, selama ini, penamaan keluarga gua itu cukup unik. Begini, dulu gua pernah bertanya kepada bokap gua, secara beliau dan of course nyokap gua adalah mantan guru SMA sekolah berbahasa chinese jaman belanda dulu, and keluarga gua punya tradisi, kalo setiap anak-anak mereka setiap hari hanya boleh berbahasa mandarin di rumah dan gak boleh bahasa lain, hehehe!! jadilah suatu hari gua merasa suatu keharusan bahwa gua bertanya mengenai nama kepada orang tua gua. Btw, dalam keluarga chinese di daerah gua adalah suatu keharusan untuk mengetahui at least cara menuliskan nama chinese sendiri, walaupun semua karakter chinese lainnya (yang kata penelitian bisa sampai 3000an karakter itu), nggak bisa kita tuliskan.
Nah, jawaban bokap gua begini, sejarah keluarga kami udah ditentukan turun temurun. Dalam keluarga gua yang adalah keluarga dari suku khek!! Nama kami itu udah diturunkan secara turun-temurun. Maksudnya apa?? Begini, biar gua jelaskan!! Nama chinese biasanya terdiri dari 2-4 character (uda yoyok, udah terjawabkan, kenapa penduduk chinese itu segitu banyaknya tapi namanya bisa beda-beda, lol!!), nah keluarga gua yang notabene 3 huruf itu, mengandung 2 karakter yang telah ditentukan oleh kepala keluarga generasi-generasi sebelumnya (bisa jadi kepala suku or seorang tetua keluarga), dan tiap generasi harus menurunkannya kepada generasi selanjutnya. Jadilah nama gua yang 3 huruf itu, terdiri atas 2 karakter yang telah di tentukan sebelumnya. (Yang Hao Zun; Yang adalah nama keluarga (marga), Zun, adalah nama penanda generasi yang diturunkan oleh nenek moyang, dan Hao, itulah andil bokap dalam menentukan), maka semua keturunan generasi gua harus mempergunakan kata Yang, sebagai Marga, dan Zun sebagai penentu generasi. Wakakakaka, ribet? Nggak juga kan?
Nah, lain padang lain belalang, lain pria lain wanita. Di kalangan chinese yang sebenarnya traditionally merupakan keluarga dengan ada matrilinear itu, nama wanita sama pentingnya dengan pria, ketika menikah, wanita-wanita chinese tidak lantas berganti nama, tetapi tetap mempertahankan nama gadis mereka, dan penetuan nama mereka pun berbeda dari nama pria, kalo dikeluarga gua nama penentu generasi buat pria adalah Zun, maka nama penentu generasi buat ce adalah Xia. Jadilah nama kakak dan adik perempuan gua adalah kombinasi Yang ... Xia.
Sebenarnya, pada awalnya gua pikir penentuan ini hanyalah berlaku di suku gua aja, (or tepatnya di keluarga gua), rupanya setelah gua baca link ini, gua sadar bahwa sebenarnya secara tradisional, keluarga-keluarga chinese itu memegang prinsip ini sebagai salah satu tradisi budaya yang sangat kental, karena kami benar-benar percaya, kalau nama akan merupakan suatu "penentu" nasib buat seorang anak kelak. Selengkapnya bisa dibaca di weblink diatas!
Satu hal yang merupakan penemuan baru yang menggugah dan mengingatkan gua adalah mengenai penggunaan BA ZI (Ba = delapan Zi = karakter) dalam penentuan nama dan hubungannya dengan nasib seorang anak kelak. Ba Zi, dikenal luas di dalam budaya chinese yang merupakan bawaan lahir dari seorang bayi ketika dilahirkan. Ba Zi adalah pasangan gabungan dari elemen kelahiran dari seorang bayi, yaitu, tahun lahir, bulan lahir, tanggal lahir, dan jam kelahiran dari bayi tersebut. Kenapa di sebut pasangan, karena kesemua karakter ini merupakan penggabungan dari 2 karekter yang mewakili bumi dan langit dan keharmonisan alam semesta (remember yin and yang?) dalam budaya dan tradisi tiongkok kuno. Jadi, setiap anak, sudah pasti memiliki Ba Zi ini. Maka, ketika melakukan pemilihan nama, biasanya nama yang kosong, dipilih berdasarkan kekurangan elemen (5 elemen dari alam, yaitu: logam, kayu, air, api, dan tanah) dari kelahiran anak tersebut, untuk membuat keharmonisan dalam nasib anak tersebut. Misalnya: jika dari Ba Zi anak tersebut diketahui bahwa kelemahan anak tersebut adalah terhadap logam, maka orang tua sangat mungkin memilih salah satu nama logam untuk melengkapi blank yang ada dari nama anak tersebut, bisa saja dipilih emas, perak, atau segala jenis yang berbau logam, kalau misalnya kekurangan ba zi anak tersebut adalah air, bisa saja yang dipilih adalah sungai, mata air, laut atau sejenisnya.
Banyak lagi hal yang bisa dipelajari dari penamaan anak dalam setiap budaya, and gua percaya banyak banget arti budaya yang terkandung di dalamnya, sayang sekali sekarang banyak banget anak-anak keturunan yang karena alasan berbaur malah melupakan budaya leluhur nenek moyang yang musti dilestarikan. Tidak terkecuali hanya orang-orang keturunan seperti gua (i hate it when they say i'm keturunan as if mereka bukan keturunan juga!!!! HUH!!!!!!!), lihat aja suku-suku di seluruh tanah yang kaya ini, gua percaya ada budaya lekat dalam penamaan baik itu di suku sunda, jawa, minang, batak, papua, timor, aceh, dll, mengapa harus mengambil nama-nama barat yang belum tentu cocok dan pas dengan budaya kita sendiri? Apakah nama kita pun harus dijajah oleh bangsa lain? :P Well, gua benar-benar gak tahu!! :P
Posted at 03:12 pm by haucuen
 |  |  | Christian Xu January 28, 2008 01:59 PM PST
tertarik baca artikel u.. g juga keturunan khek, dan kakek g juga asli dr mainland sana, dr moi yen..
buat penamaan, yg u sebutkan d atas cuma sampe generasi papa g, btw papa g punya saudara 1 bapak beda ibu d china, trs ada 1 saudara (jauh sih, tp 1 generasi sama papa g) yg br ketahuan ada d manado, penamaannya mereka jga sama dg papa g..
kami dr suku tjie.. jd nama mrk semua tjie (...) lan.
agak beda sama yg u sebutkan, d mana laki2 d keluarga papa g yg mendapat penentuan nama d karakter terakhir namanya, dan justru perempuan yg mendapat penentuan nama d karakter tengah.. seperti tjie tjioe (...)
masalahnya, sampe d giliran g, papa g ga tau ada tidaknya karakter wajib yg harus d sematkan d nama g.. n g dah terlanjur dikasih nama cina.. jd gmn dong, apa g mesti nanya k saudara papa g d china gt? n mesti ganti nama? bingung.. :p
christian xu
(christianseablue@yahoo.com.sg) |  |
  |  |  | Haucuen aka Moi November 24, 2005 08:27 AM PST
GOLDA: Well, kalo nama loe karakter logam semua bisa berarti nama tanggalan lahir bulan dan tahun serta jam kelahiran loe itu Ba Zinya kekurangan unsur Logam, hehehehe!!
Urut-urutannya begini: Air mendukung Kayu, Kayu mendukung Api, Api mendukung Tanah, Tanah mendukung Logam, dan Logam mendukung Air. Circling dech, cing!! :).
Soal nama loe terlalu berat buat ce, mungkin karena unsurnya logam semua, makanya jadi sangat strong di logam, dan bisa jadi terkesan maskulin. Tapi untuk yang ini gua gak bisa kasih komentar, yang jelas Jin (Emas) dan Yi (Jade) itu dua kombinasi kuat unsur logam di nama loe!!. *sejak kapan gua berubah menjadi ahli unsur ya? LOL!!* |  |
  |  |  | Haucuen aka Moi November 24, 2005 08:02 AM PST
Mbak yu Ria, thanks for the comment, sebenarnya si Asmaran Kho Ping Ho, itu berjasa besar buat perkembangan sastra tionghoa peranakan di Indonesia (untuk lebih jauh gua rasa Tjie tjie Pram lebih tahu mengenai masalah ini daripada gua)
Kenapa gua bilang demikian? Hehehehe, gua sebenarnya mau tulis lagi mengenai nama ini tapi versi nama Indonesia dari anak2 peranakan tionghoa. Nah, pemberian nama itu sedikit banyak dibantu oleh para sastrawan ini. Misalnya dalam bahasa indonesia, nama bokap gua adalah pelafalan dari nama itu dalam bahasa indonesia dan bukan pinyin, pelafalan ini di standarkan oleh beberapa orang. Nah, gua butuh resource lebih lanjut kalo soal ini. :)
Gile omongin nama aja sampe ribet ya? :) |  |
  |  |  | golda November 24, 2005 06:18 AM PST
Keluarga dr ayahku (chinese) memberiku nama Shi Jin Yi (batu, emas, giok) = yg elemennya logam semua. Entah memang digariskan begitu atau tidak, tapi sengaja dimasukkan unsur emas karena dari namaku, Golda. Beberapa orang bilang, namaku terlalu berat untuk seorang cewek, yg pasti, Jin Yi artinya Precious.
But at least, I can write my own name character. |  |
  |  |  | Name November 23, 2005 07:53 PM PST
aku juga lbh suka nama tradisional atau asli dari ibu pertiwi :D tentu yang bernada dan bermakna baik
aku suka baca kho ping hoo, sedikit ngerti nama2 china..tapi baca tulisanmu ini...jadi nambah wawasan..:)
|  |
  |  |  | Haucuen aka Moi November 23, 2005 02:35 PM PST
Gua seh berpegang, budaya itu adalah bagian dari diri, i mean like blood gitu loh, jadi u are identify by it, kalo loe kehilangan itu, loe bakal kehilangan identitas loe, like Chinese Jawir, gua sebenarnya sedih loh kenapa banyak yang udah gak bisa berbahasa mandarin lagi!! :) Hehehehe!!!!
Kamu juga dong ah!! Walau campuran, kamu bisa 2-2 budayanya kan bagus!! :) |  |
  |  |  | Haucuen aka Moi November 23, 2005 02:31 PM PST
'ka: that's my point!! why use angelique or western kinda name if u can use traditional names, hehehe, as if it's not in the same level. :P
bjo: well, nama itu penting bow, apalagi dalam culture gua, soalnya itu dipercaya sebagai penentu nasib dari anak yang diberikan nama tersebut!! hehehehe!!! :)
BTW, aduh thanks ya jadi banyak yang berkunjung dech!!! |  |
  |  |  | Haucuen aka Moi November 23, 2005 02:29 PM PST
Well, pisang, ada hal-hal tertentu yang musti gua jelaskan dech!! Secara gua Kristen gitu lowch!!!
1. Budaya penyembahan leluhur, gua lebih menganut lebih baik u berbuat sebaik mungkin pada masa mereka hidup daripada setelah mereka mati, benar gak seh?
Soalnya gua lihat di banyak keluarga Chinese, mereka itu meratap2 dan menangisi dengan sangat ortu mereka pas udah mati, eh ujung2nya cuman self pity karena pas masa muda mereka, lancung mereka lacur terhadap mereka, so daripada munafik mending dari awal baik kan? Gua gak bilang semua loh ya?
2. Mengenai Chinese New Year, gua sendiri melihat itu bagian dari tradisi budaya, lengkap seperti penggunaan barong, dlsb, hehehehe!! Nah, gua sendiri merayakan Chinese New Year kok, dan gak sungkan untuk bilang met imlek, soalnya bagi gua itu bagian dari budaya gua, so no problem toh? |  |
  |  |  | Christ November 23, 2005 02:27 PM PST
wuaa...kalo gw yg keturunan nyokap jawa bokap robot,,,,mesti pake nama apa yah? hiihiiii. Asik lagi masih memegang teguh budaya. Loah...TEguh Budaya dipegang2 terus, apa ga marah emaknya si Teguh ntar? *jayuzzz* |  |
  |  |  | bjo berjaya November 23, 2005 12:43 PM PST
ya ampyuuun..soal nama aja ampe jadi seru banged gini hehe |  |
  |  |  | 'ka November 23, 2005 12:32 PM PST
are there still lotta indonesians with the name tono, tini, budi, ijem, etc.? :D |  |
  |  |  | pisang November 23, 2005 12:22 PM PST
Hi .. I don't know that Chinese name sometimes could be that complicated (the ba zi stuff) ... interesting ...
hey, gua juga masih admire Chinese culture .. you're not alone ... sebenarnya gua rasa hal yang lebih menjauhkan orang keturunan dari kebudayaan leluhur adalah agama Kristen. Soalnya kan disana dianjurkan tidak menyembah leluhur, dan yang paling parah: tidak merayakan Chinese new year. Gua agak kecewa dengan anjuran2 tersebut .. abisnya benernya agama Kristen bagus juga ajarannya ... ah udah lah ngomong agamanya ...
iya, budaya manusia itu unik-unik banget yah ...
nice article ... |  |
  |  |  | Haucuen aka Moi November 23, 2005 10:01 AM PST
Ling, mengenai penamaan manusia-manusia keturunan seperti kita (gua tetep kesel mengenai masalah keturunan ini!!! HUH!!!!!!), gua akan bahas di session berikutnya ya? *soalnya udah pernah omong ma tjie tjie Pram*
Intinya adalah gua pengen ngomong masalah nama Chinese itu sendiri yang 2 - 4 Character Mandarin itu loch ya? Hehehehe!! U punya gak? :) |  |
  |  |  | Haucuen aka Moi November 23, 2005 09:58 AM PST
Uda RIO: PLAKKK!! Tampar ye, Comment gua dijadiin tempat buat mengobarkan perang barathayuda!!! :P
Om Doel: Errrrrr, tolong di kasih pelafalan dan nadanya ya biar akoe mudheng artinya apa!! Tapi Xie xie nya sich akoe ngerti!! LOL!!
BOWO: Errrrr, dear, kamu juga pengen akoe tampar ya? Btw, Rahadian Yamin itu tukang penjual mie di emper mana ya? *gak kenal dan gak penting banget!!* |  |
  |  |  | Ling November 23, 2005 09:58 AM PST
hum.. agak2 mirip sama gue yg keturunan orang hainam nih.. sayangnya keluarga besar gue tidak memakai nama keluarga dalam penamaan indonesia, takut kali ya dulu.. gue kan marganya oey.. kan bs jadi widjaja.. ato wuiwui hihi... lucu juga.. tp keluarga bokap kandung sih pake nama 'sabu' dibelakang *yg walhasil jadi ejekan semasa sekolah dulu hiks hiks |  |
  |  |  | bowo November 23, 2005 09:16 AM PST
nama gue dong...memancarkan eksotika jawa :D
eh RIO, lo tuh apanya Rahadian Yamin sih kok begitu ngefans ama nama itu ? :P |  |
  |  |  | doel November 23, 2005 09:14 AM PST
kalau cerita tentang nama bisa panjang...apalagi nama saya xie xie
zhen liao jie :)
|  |
  |  |  | rio November 22, 2005 05:57 PM PST
PRAM kan bukan gue yang kasih namaaaa dehhh:P.
*apa ganti akte aja ya:D?* |  |
  |  |  | Haucuen aka Moi November 22, 2005 09:06 AM PST
Gua yakin kok tjie, soalnya gua udah cobain, awalnya gua dengan bodohnya nyari dengan pinyin, pake CUEN, gak dapat, lalu cari pake JUN, lalu pake CUN, lalu pake ZHUN, hehehehe, akhirnya ketemu waktu pake ZUN, jadi im pretty much sure kalo itu ZUN, and not JUN!! :)
Well, waktu pertama kali tahu nama jij itu PRAMOEDYA, langsung kepikir ma si PRAMOEDYA ANATA TOER, hihihihi!! Ndak nyangka nama jij seindah orangnya, LOL!!!! *plak, who am i kidding here? kaburrrr* |  |
  |  |  | BASKIN November 22, 2005 08:45 AM PST
Xiao didi,
r u sure it's 'zun' and not 'jun'?
hehehe, iseng aja, supaya jij repot ngecek-ngecek :)
Untuk Uda RIO, cateut ya, nama jij sendiri apakah tidak kebarat2an ('RinaldO' GITU LOHH), hihihih...
Nama a la pribumi favorit gue of course: Pramudya....terdengar indah, ada unsur seni, tapi terasa ada juga kompleksitas di dalamnya :)
|  |
  |  |  | Haucuen a.k.a Moi November 21, 2005 04:13 PM PST
Hehehe, gini gini, penulisan Zun dan Cuen itu adalah penulisan berbeda aja pakde!! Cuen itu adalah cara pembacaan gaya bahasa indonesia. Sementara Zun itu gaya penulisan model westerner yang distandarkan oleh dunia akademik (Pin Yin nama standarnya).
Nah, kalau soal penamaan wanita dan pria, dibedakannya memang musti dari artinya, misalnya namakoe dan kakakkoe yang ce, akoe kan pake Zun = Tepat, nah dari karakter, nama itu berkarakter maskulin (penjelasannnya musti pake penjelasan tata cara penulisan karakter chinese), sementara Xia yang kurang lbh adalah berkarakter feminim. Selain itu pengikut dari karakter itu juga menentukan feminim dan maskulinitas dari nama tersebut.
Seperti nama tjie tjie koe yang disambung dengan nama musim, Jiu Xia dan Zun Xia, hehehehe!! Masih belum mudeng? Hmmm.....!! hehehehehe!!! |  |
  |  |  | Q November 21, 2005 03:51 PM PST
Hao Zun kok terus jadi Haucuen itu gimana? lha terus kok dipanggil Anri itu gimana juga?
Aku juga masih nggak bisa mbedain nama chinese antara yang cewek ama cowok... |  |
  |  |  | Haucuen a.k.a Moi November 21, 2005 03:34 PM PST
Hehehe, gini ba zi itu ditentukan oleh primbon, hehehe, jadi ada ahli kwamia or ahli penentu nasib gitu yang melihat di primbon kalo gua misalnya lahir di tahun apa bulan apa tanggal berapa jam berapa maka gua dikatagorikan mengandung unsur apa, nah unsur gua itu kan pasti punya lawannya (kelemahannya), nah itu dia yang dijadikan penunjang buat nama gua, hehehehehe!!! :)
Rahadian, hmmmm, artinya apaan ya? Tapi keren memang, gua seh senang dengan nama gua Hao Zun, Zunnya aja berarti tepat sasaran!!! Loe tahukan sasarannya apa? :P |  |
  |  |  | rio November 21, 2005 03:28 PM PST
Huehue... ini baru cerita! Cuman kapan tahunya kelemahan sama logam ato apalah:D. emang ba zi itu apaan sih? semacam primbon ya? pusyiiiinkkk ....
Setubuh! Nama barat itu asli basi di mata gue:D. Apa salahnya sama Ngatiyem, Saur atau Zul?
Yuk, pake nama Indonesia;).
Btw, nama Indonesia favorit gue adalah Rahadian. Keren yaaa? |  |
|