|
Monday, December 12, 2005
marriage...? let's go....!!
dear all, sebagai bagian dari tulisan bernuansa budaya gua
*ciekh!! gak boleh nyela gua!! ehhhh, itu yang di depan komputer kenapa
udah buka mulut? mau nyela ya? :P* gua kali ini bakal nulis soal adat
dan tradisi pernikahan di kalangan masyarakat tionghoa, di lingkungan
keluarga dan kerabat dekat gua. secara, kakak perempuan gua udah
menikah setahun yang lalu, jadilah gua sudah mengingat beberapa tradisi
penting yang musti dilakukan. btw, tulisan ini terinspirasi dari
pernikahan teman gua Fely dan Deny yang baru aja melangkahkan kaki ke
jenjang rumah tangga, dengan seluruh konsekuensi dan komitmen yang
harus dipikul. Selamat, ya ly!!!!! Hehehehe!!! kalo bicara soal
adat, maka pernikahan termasuk salah satu rangkaian penting dalam adat
sebuah kebudayaan. pernikahan mengandung suatu makna sakral pertemuan
dua manusia yang pada akhirnya akan menyebabkan percampuran at least
dua keluarga besar, yang tentu saja tidak hanya berbeda latar belakang,
tapi seringkali bahkan berbeda adat istiadat dan budaya, sama sekali. nah info dibawah ini semoga bermanfaat, ok? well,
adat chinese buat pernikahan sebenarnya gak seribet beberapa adat
pernikahan daerah di wilayah indonesia. gua gak tahu kalo Bang rio, yang padang bagaimana, lalu Bowo
yang malang itu gimana, hehehehe!! yang jelas, setelah mengalami
percampuran budaya sudah tidak banyak lagi yang dipertahankan dalam
tradisi pernikahan orang-orang peranakan di Indonesia. misalnya dari
sisi pakaian, sekarang ini lebih banyak dipilih gaun-gaun atau stelan
pantolin yang mengikuti trend bridal di daerah barat, lengkap dengan
"stagen" dan pengembang bagian bawah pakaian.  tapi
beberapa bagian dari ritual pernikahan yang musti dilalui dalam adat
tionghoa meliputi bagian penghantaran hadiah, bagian penghantaran
mempelai wanita, bagian sungkem (sujud) ke orang tua dan sanak-sanak
yang sudah menikah, bagian penyembahan leluhur, bagian pesta
pernikahan, dan bagian adat memasuki rumah baru, adalah bagian penting
dari sekian banyak ritual adat yang menjadi bagian dari keseluruhan
tatanan pernikahan yang dilalui dalam lingkungan masyarakat tionghoa at
least di daerah gua. mari kita mulai dengan beberapa hari
sebelum acara pernikahan. bagian pertungan. bagian ini sebenarnya pada
adatnya berpisah jauh dari sisi waktu dan penanggalan, dan mengandalkan
seorang "suhu kwa mia" biasanya telah ditentukan hari baik untuk
pertunangan dan pernikahan kedua mempelai. Tetapi untuk alasan
kesederhanaan, biasanya beberapa orang, khususnya jika berasal dari
daerah yang berlainan, berbeda pulau khususnya, misalnya kasus cici
gua, calon suaminya asal kediri, maka pesta pertunangan dan pernikahan
dilakukan dalam waktu yang berdekatan. apalagi jika kedua belah pihak
ingin melakukan acara pesta untuk mengundang keluarga dekat, kerabat
dan sahabat maka pesta biasanya dilakukan dua kali di tempat
masing-masing mempelai, dan biasanya wanita akan melakukan pesta
pertunangan dan pria akan melakukan pesta pernikahan. acara
pertunangan dan pernikahan dimulai dengan prosesi hantaran di keluarga
wanita. seminggu sebelum acara biasanya kerabat dekat keluarga akan
mendapatkan hantaran berupa makanan-makanan kecil dan khas untuk
menandakan acara ini. Biasanya hantaran ini terdiri atas, kue ku (kue
yang dibuat dari tepung beras, berbentuk batok penyu or kura-kura,
harapannya agar pasangan ini langgeng sampai tua), kemudia kue mangkok
(again penganan kecil ini dibuat dari tepung beras dan diberi warna
merah, penanda kebahagiaan), kemudia kue-kue kecil berbentuk seperti
lemper yang tak berisi, dan juga dibuat dari tepung beras dan biasanya
ditaburi biji wijen sepanjang kue tersebut. biasanya juga terdapat
kue-kue yang dibuat dari ketan maupun jeruk yang masih terbungkus dalam
plastik merah, sepasang potongan tebu dengan ukuran sepanjang ukuran
lengan, dan juga manisan buah-buahan, dlsb. nah, prasyarat dari
hantaran ini adalah harus dalam bungkus merah dan atau emas, harus
genap dan gak boleh ganjil, harus ditempelkan sepasang tulisan
kebahagiaan. Ada sejarahnya loh, silahkan baca disini.
btw, untuk keluarga yang menikah dengan anak pertama, diharuskan
membawa hantaran berupa babi kecil yang dibakar dengan kecap dan arak
dan dilehernya diikatkan dengan pita merah sebagai bayaran terhadap
meminang anak pertama dari sebuah keluarga. dalam tradisi
tionghoa, acara penghormatan orang tua selalu dilakukan, dan biasanya
disebut teh pai or bai cha, dimana bai = sujud, sungkem, or menyembah,
lalu cha = teh. Pemberian teh kepada orang tua dan kerabat dekat
keluarga yang sudah menikah adalah bagian penting dari ritual acara
ini. sebelumnya tentu saja pasangan pengantin melakukan sungkeman
di keluarga masing-masing, kemudian sang pengantin pria akan meminta
ijin untuk menjemput mempelai wanita, dan dihantarkan oleh keluarga
dekat (biasanya paman) dari keluarganya yang mendampingi kedatangan
sang pria ke keluarga wanita. hantaran kemudian diserahkan kepada pihak
keluarga wanita yang tentu juga menyambut dengan wakil mereka (biasanya
juga paman), kemudian, sebelum memasukin pintu sang pria diharuskan
mengetuk pintu beberapa kali sebagai tanda meminta ijin untuk masuk,
lalu kemudian setelah disambut sang wakil akan meminta ijin untuk
mempertemukan pengantin pria ke pengantin wanita. btw, selama prosesi
ini pengantin wanita tidak diijinkan melihat pengantin pria, demikian
sebaliknya. setelah dipanggil (biasanya dibantu oleh seorang penatua
wanita dari keluarga, kalau keluarga ini termasuk asli dari daratan
tiongkok, maka biasanya sambil dipanggil dilantunkan sastra-sastra
berupa puisi pemberkatan pernikahan dan syukur kepada yang kuasa
sembari mengiringi kedatangan mempelai wanita. well, sekarang jarang
sekali hal ini dilakukan), dan kemudian diserahkan kepada pengantin
pria. kemudian acara teh pai, akan dilakukan lagi, oleh kedua mempelai,
yang disusul dengan dibawanya mempelai wanita ke tempat mempelai pria.
tentu saja untuk melakukan teh pai. btw, hantaran akan diambil setengah
isinya, kemudian akan digantikan isinya oleh keluarga mempelai wanita,
sebagai simbol penerimaan. sebenarnya semuanya telah selesai
dilakukan ketika sampai ke tahapan ini, tetapi gua ingin menambahkan
beberapa hal yang telah mulai tidak dilakukan di lingkungan tionghoa
sendiri sekarang ini. 1. kain cadar merah, dan pita besar
berbentuk bunga. jika kita menonton film-film silat mandarin or
sejenisnya, maka setiap kali pernikahan hal ini akan terlihat. kedua
mempelai akan dipersatukan dengan sebuah pita panjang dengan kedua
ujung dibentuk berupa bunga, yang berarti bersatunya dua insan yang
diharapkan menjadi kebahagian seterusnya dan selamanya. cadar merah pun
telah digantikan dengan cadar putih dari gaun-gaun model barat. 2.
bagian prosesi teh pai yang sering dilupakan. acara sungkem terhadap
arwah leluhur. khususnya dilakukan oleh mereka yang masih beragama kong
fu cu. sebenarnya sebelum melakukan teh pai di tempat mempelai pria,
kedua mempelai akan melakukan sembahyang or penyembahan terhadap at
least tiga tempat. pertama, kepada leluhur, langsung keluarga pria,
biasanya di altar penyembahan keluarga. dua, penyembahan terhadap bumi
dan langit, sebagai simbolisasi bahwa alam pun turut menyaksikan dan
sekiranya mendukung kedua keluarga ini. dan ketiga terhadap pasangan
masing-masing. biasanya pria dan wanita akan saling berhadapan dan
saling membungkuk memberi hormat, menyatakan penerimaan keduanya
terhadap pasangan masing-masing. 3. alat musik tradisional
penghantar pernikahan, tandu tahta sebagai tempat mengantarkan kedua
pengantin. mercon pernikahan bertuliskan kebahagiaan ganda, dlsb. tidak
cukup waktu menuliskan semuanya, selain gak cukup bahan. :) hope you
enjoy it all :)
Posted at 11:51 am by haucuen
 |  |  | panca February 28, 2007 05:06 PM PST
gw mau tanya, kamu tau gak tentang prosesi ciou tou dari awal sampai akhir. terus sama makna-makna tiap aktivitas, misalnya sewaktu periasan pengantin kenapa harus pake kompas terus maknanya apa? bantu ya. nd bls asap (as soon as possible) |  |
  |  |  | EU February 7, 2007 05:47 PM PST
aku mau tanya.. apa ada adat dmn pengantin wanita memberi bros emas berupa cicak ke pengantin pria? apa artinya? Thx! |  |
  |  |  | fely November 21, 2006 06:09 PM PST
wah, puyeng...puyeng.... ribet....ribet.... aku ngertinya kok cuma teh pai. tanpa mengurangi makna yang sebenernya, tapi kadang banyak juga loh yang ngadain acara teh pai karena gak mau rugi. maklum, angpaonya khan lebih gede dibanding sama yang dicemplungin ke "kotak amal" atau apalah namanya itu, yah? |  |
  |  |  | Ifan July 4, 2006 11:46 AM PDT
Salam Kenal.
tau page ini, dari search engine tentang perkawinan cina, but kayanya belum di kupas tuntas dech, terutama tentang acara seserahan (sanjit). Ada yg bisa bantu gak menjelaskan isi dari nampan sanjit apa saja, dan details prosesinya,
Thanks.....pls PM ke irfan@kornettrans.co.id |  |
  |  |  | Haucuen a.k.a Moi December 21, 2005 04:45 PM PST
Maunya bang yoyok, gua lagi nyari, tapi nggak dapat-dapat, cuman dapet dikit doang, dan nggak mewakili acaranya secara keseluruhan, secara gua kemarin itu dapat cutinya telat, jadi pas pulang besoknya langsung dech acaranya malam, di restoran, wakakaka!! Sementara yang hantaran itu udah seminggu sebelumnya dilakukan, hihihihi!! Soalnya kami "terpaksa" pesta 2 kali, secara suami cici gua itu orang Kediri ya, and bonyok insist musti pesta secara cici gua anak pertama gitu loh!! :) Hehehehe!!! :) |  |
  |  |  | rio December 21, 2005 01:35 PM PST
Gue SETUBUH sama Pram! Gue sama sekali nggak ngerti orang yang maksa tradisi barat buat pernikahan! Kalo dia di Amerika ato Eropa sih gak masalah karena berarti secara budaya udah lebih berasimilasi sama budayabarat. Lah kalo di Indo?
Gilanya ini udah sampe kampung2. Waktu Tante gue kawin tahun 90 dan dirayain 3 hari 3 malam di Bonjol, salah satu hari itu Tante gue pake, oh Tuhan, gaun pengantin+slayer panjang warna UNGU! Aduh secara ini baju dipilihin sama mertuanya, gue berusaha membekap mulut gue supaya nggak berkomentar, hihihi...
Btw, kenapa sih lo nggak pake foto2 kawinan cici lo! Kan jadi dapet bayangan prosesinya lebih jelas! |  |
  |  |  | Haucuen a.k.a Moi December 19, 2005 08:11 AM PST
Wakakaka, sisca!!! Duhhh, hatiku berbunga-bunga!! Hahahaha!!! Jangan ngumpet dong!!! :) Tapi ide bule2 dalam cheongsam pink seru juga hahahaha!! Tapi errrrr, gua bisa ketutupan ma bule-bule itu wakakaka, atau gua cari bule aja kali ya? Hahahaha, perbaikan keturunan!! |  |
  |  |  | Sisca December 17, 2005 12:55 AM PST
Koko Houcuen, lamarannya diterima. First of all, siapkan ticket mudik ya ..pengiringnya bule2 cantik pake Cheongsam pink, kan seru tuh.....shie shie ni tek ai. *olala...pipi Mei Mei memerah mode on* nyumpeett!!! |  |
  |  |  | Haucuen a.k.a Moi December 16, 2005 08:30 AM PST
Errrrr, Name siapa ya? Kok nggak kasih aku link seh??? Ayoo, donk!!! Kenalin ma calon papa mertua gua!! Hihihihihi!!!
Sisca: Waduh, aku nggak nyangka loh ini tulisan bisa jadi seheboh ini? Wah, kapan-kapan aku tulis lebih banyak lagi ya? Tapi ntar dulu lagi nyari-nyari bahan, secara gua sendiri udah lama banget gak belajar dengan baik. :) Buat teman-teman bulenya, kalo ada yang masih single gua mau dong!! Hihihihihihi!! :) Atau ma Sisca aja? *malu, lalu kaburrrrrrrrr* |  |
  |  |  | Sisca December 16, 2005 02:18 AM PST
He..tau aja koko, Ortuku juga masih import turunan ke 2,so di rumah sampe skr keukeuh pake bhs tionghoa. Btw, aku juga transfer tulisan koko ke bule2 sini, dan mrk juga antusias mo tau loh...so deeply in my heart, really thank you for your observation :) |  |
  |  |  | Name December 15, 2005 08:52 PM PST
Cuen, posting mu yg ini aku kasih bokap baca. And bokap gw cuma geleng2 kepala dan bilang, anak muda mana nih?punya peluang jadi menantunya. So, siapin cheongsamnya and cadarnya ya cuen, hahahahahahahahhahaahahaha |  |
  |  |  | Haucuen a.k.a Moi December 15, 2005 01:00 PM PST
Bang Doel, itu pernikahan siapa dulu? Tapi Chinese tends to treat outsider (orang yang tidak terlalu mengerti adat kami) dengan lebih ramah dan lebih mendalam, caranya ya dengan kasih oleh-oleh lebih banyak hehehehe!!!
Kalo misalnya waktu itu ada cai ma or orang tua yang mengerti adat, bang doel pasti didaulat untuk diajarin macam-macam dari bagian kebudayaan tionghoa yang ada itu. Pasti jij diceramahin banyak hal mengenai ibadat dan tata budaya serta makna filosofis dibelakang semua adat tersebut. :) |  |
  |  |  | Haucuen a.k.a Moi December 15, 2005 12:58 PM PST
Well, tjie tjie, aku setuju ma loe, makanya gua pikir2 apa dari sekarang gua nabung buat bikin cheongsam dari sutra merah dengan sulaman naga emas dari atas kepala sampai ke ujung kaki? Hmmmm!!! Sepertinya ini akan menjadi menarik sekali bukan? Kalau yang wanita tentu saja cheongsam berwarna merah dengan sulaman burung phoenix maka lengkaplah pernikahan itu nantinya, btw gak lupa cadar merah darah yang disulam dengan benang emas hehehehehehe!! :) Ntar kalo gua udah punya calon istri gua tanya dia apakah setuju kalau seperti itu pernikahan kami, ok? :) |  |
  |  |  | doel December 15, 2005 10:25 AM PST
Saya pernah lihat upacara seperti ini langsung, asyik juga... terus pulang masih dapat oleh-oleh banyak; nggak tahu kenapa, kok hanya saya saja yang banyak dikasih oleh2 :D |  |
  |  |  | BASKIN December 15, 2005 09:37 AM PST
Naaahhh...ini dia topik yg mengingatkan gue lagi kepada opini pribadi gue tentang penyelenggaraan pernikahan di kalangan keturunan Tionghoa di Indonesia.
Opini gue nih: gue akan lebih senang kalau orang Tionghoa di indonesia dalam menyelenggarakan pernikahannya memilih untuk mengikuti adat-istiadat tradisional Tionghoa (seperti yg dibahas oleh Anri di sini), instead of mengikuti cara-cara pernikahan a la Barat seperti yg sekarang selalu kita liat; dari mulai kostum, tata cara dsb. Koq sayang rasanya, seperti melihat sebuah identitas yang 'hilang'.
Paling2 yang gue liat sekarang ini, bagian ritual pernikahan tradisional yg masih dilakukan orang2 Tionghoa di Indonesia adalah: bai cha. Selain itu jarang yang dengan jelas-jelas dilaksanakan.
Yah, mungkin inilah akibat dari belenggu kebudayaan selama 30 tahunan. Gue rasa, mungkin kebanyakan dari generasi muda Tionghoa di sini bahkan enggak berfikir untuk memasukkan tata cara pernikahan adat Tionghoa sebagai alternatif tata cara pernikahan mereka. Gue yakin satu2nya yang terpikir di kepala mereka adalah: western style. Sayang banget.
Tapi ada juga case lain yg menarik: pernikahan anak perempuannya Martha Tilaar yang dilaksanakan dengan adat Jawa penuh, instead of adat Tionghoa atau tatacara Barat. Unik juga :) |  |
  |  |  | Haucuen a.k.a Moi December 15, 2005 08:02 AM PST
Wekekekeke, Sisca!! Aku cuman observer aja kok!! Tapi sendirinya seh memang masih memegang budaya dengan cukup erat, tp yang prinsip2 aja kok!! :) Btw, kamu juga begitu kan? :)
Chris: Calon pendampingnya lagi dicari, yang mau menikahiku dengan cheongsam dan tutup kepala seperti tutup kepala orang2 minang kalo nikahan, bedanya cuman di ornamen doang!! :) Ingat film Kungfu jaman dulu!!! :)
Kurpix: hehehehehe, ok dech!! Gua senang kalo bisa jadi tambahan pengetahuan buat siapapun, btw, ntar kapan-kapan gua kasih tulisan lagi apa seh pemikiran orang-orang tionghoa sekarang ini, ok? :) Tunggu aja kelanjutannya :) |  |
  |  |  | kurpix December 14, 2005 10:39 PM PST
weits...bravo koh!
lom sempet baca semua postingnya sih, tapi yang ini menarik banget...mengingat...ai juga gi jalan ma yang masih keturunan tionghoa :) kali2 bisa jadi bahan reference nih...*ngelirik Chris: dilarang nyela!*
hehehe.... |  |
  |  |  | Chris December 14, 2005 09:50 PM PST
Wahhh Kokohhhh...perlengkapan udah ada, Calon pengantennya kok belom diposting sih:D |  |
  |  |  | Sisca December 14, 2005 08:57 PM PST
Koko Haucuen, jadilah generasi pelestari tradisi peranakan. Aku bangga secara masih ada yg care dan ngerti urutan2nya. Bravo Koko !!! C'est super !!!! |  |
  |  |  | Haucuen a.k.a Moi December 14, 2005 04:22 PM PST
Ling, hehehehe!!! Gua seh rencana pake cheongsam hitam dengan sulaman naga dari atas ke bawah hehehehe!! Seru kali ya? :) |  |
  |  |  | Ling December 14, 2005 02:49 PM PST
kalo gue pribadi malah pingin perkawinan yg chinese banget.. pake baju ala putri huanzhu, cowonya pake kembang merah pita..hihihi.. tp itu msh mimpi.. |  |
  |  |  | Haucuen a.k.a Moi December 14, 2005 08:07 AM PST
Hehehe, Apey, gua dah baca tulisan loe, hehehehe, acara jomblo gitu kayaknya di budaya peranakan nggak ada kali ya? Tapi yang jelas itu mungkin ceremony khusus, hahahaha!! Btw, habis diruwat udah enteng belum jodohnya? :) :P
Well, acara teh pai itu juga sarat kok maknanya, selain memohon doa restu, juga lengkap dengan makna kelanggengan dan keharmonisan rumah tangga. Oh, gua kudu cepat-cepat buat cheongsam gua!! :) *tetep!!* |  |
  |  |  | Haucuen a.k.a Moi December 14, 2005 08:00 AM PST
Bev & Sisca: Soal angpao itu nggak terlalu pasti, soalnya kalo pernikahan biasanya keluarga dekat tidak cuman memberikan angpao doang, tapi juga memberikan seperangkat perhiasan, malah ada yang ngasih emas batangan hehehehe!! Intinya nuansa emas kali ya??? Hehehehe!!! Fyi, yang ini gua gak pake research!! :)
Nah ketika di acara pernikahannya memang biasanya di berikan angpao, tapi apakah kalian tahu, kalo dulunya di Cina sendiri, tidak ada pemberian angpao yang dimasukkan ke kotak? Adanya orang-orang yang di undang pernikahan datang sendiri, ketika kiong hie pertama kali langsung menyelipkan angpao kepada mempelai? :) Hehehehehe!! Secara mempelainya mobile gitu, soalnya pakeannya kan simple cuman cheongsam dan atau kain sutra hitam hehehehe, tapi ralat gak boleh pake sutra hitam, musti warna merah menyala hehehehehehe!!! :) *gua harus mulai bikin cheongsam merah dengan sulaman naga menari dari bawah ke atas neh!!!! hehehe*
|  |
  |  |  | Haucuen a.k.a Moi December 14, 2005 07:55 AM PST
Bowo, justru itu, gua juga kepikiran kalo misalnya pakaiannya kayak gitu bagus kali ya? Tapi perlu diingat pemakaian Cheongsam, itu dimulai pada saat dinasti Ming (Manchurian Empire), yang menjajah Cina, sebetulnya di budaya Chinese sendiri, pakaiannya nggak terlalu jelas, tapi yang gua tahu, memang cadar merahnya musti ada hehehehehe!!! :) Gua berpikir membuat baju sutra hitam dengan gambar naga emas dari atas sampai kebawah, kalo memang gua merit!! :) Keren gak seh???? :) |  |
  |  |  | apey December 14, 2005 06:42 AM PST
Wah..interesting posting nih. Masing2 budaya emang pasti punya tata cara and pemaknaan sendiri ttg pernikahan. Barusan semalem temen gw tionghoa yg baru merit cerita ttg upacara teh pai itu. Gw juga pernah bikin postingan sejenis nih coba deh di : http://maruapey.blogspot.com/2005/06/ruwatan-jomblo_111926280794590622.html |  |
  |  |  | Sisca December 14, 2005 04:51 AM PST
Koko Houcuen, Salam kenal yach !!!
Sama2 peranakan. Setahuku juga, dalam tea pai biasanya pengantin mendapat restu berupa emas atau angpau dari keluarga dekat.
|  |
  |  |  | Beverly Lavaniaca December 13, 2005 08:00 PM PST
¯E´L¡@aahhhhh very perfect. Bevvy yg tinggal di daerah kebudayaan cina aja tdk tahu byk tentang adat perkawinan cina. Bevvy lihat kamu sengaja research buat persiapan pernikahanmu sendiri hahahaha. Kurang satu, Kok lupa sih kalau harus memberi ampaw waktu menghadiri undangan?? Cuma satu kalimat buat kamu ¼g±o¯u¦n¥[ªo³á
|  |
  |  |  | bowo December 13, 2005 06:10 PM PST
btw kenapa ya Ri rata2 Cina di Indonesia yang modern tapi masih mempertahankan adat kok pakaian mempelai baik laki maupun perempuannya hampir begaya Eropah smuah :D
di kantor gue minggu kemarin ada 2 temen cina yang nikah dan tiga2 begaya Eropah hehehe
padahal kalo teteup memakai cheongsam atau apalah dengan cadar merah penutup muka buat cewe kelihatan elegan dan cool lho :)
trus prianya begaya sederhana ala Yoko tapi pakaiannya dari sutra hitam kan malah kelihatan keren hehehehe |  |
  |  |  | Haucuen a.k.a Moi December 13, 2005 01:36 PM PST
Tenang pakde, kamu pasti aku undang, dan musti datang ya? Bagian kamu soto betawi, kambing guling, gulai ayam, coto makassar dan gado-gado ya? Hihihihihihi!!!
Tapi itu kudu nunggu ya? Nunggu kira2 10 thn lagi kali hihihihihi!!! :)
Soal mercon gua gak tahu juga ya? Tapi memang di tradisi tionghoa ada tuh pake mercon kecil yang diikat mendatar sampai setinggi beberapa meter lalu diikatkan di tiang depan rumah, ama petasan batangan gede!!! :) |  |
  |  |  | Q December 13, 2005 12:25 PM PST
let's go? maksudnya? udah siap to? sama siapa nih?
undang-undang dooong .. :D terutama pas makan2nya yaaa. tapi jangan yang pake ibab yak :)
Kenapa ya adat pernikahan selalu ribet? oh, pernikahan pake mercon itu asalnya dari tradisi chinese ya? jaman itu belum ada speaker besar buat setel dangdutan keras2 kali ya... :D |  |
|