Profile



Still young, going older single guy , trying to find a way in this cruel world...!!! Hiks... hiks... croootttt!!!! Cry
Happy to be myself and looking forward on finding friends around the globe...!! Hahahaha!!!! Big Smile
Please left a comment or visit my profile here!
Come and relax...!
It's simple, but hopefully u'll like it Wink


Tag Board

   

Calendar

<< December 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

Links

Friendster
Yahoo!
GMail
Friendster

Previous Posting

Barongsai, aaaahhh!!! Dragon and Lion Dance, lor...!! (Posting ke cepek!!)
reportase singkat JiFFest 2005 (my version)
marriage...? let's go....!!
What is it in a name...!!! (extended edition)
What is it in a name...??
Trying new features for my blog.....
catch the wind and??
halleluJah!!
Me, my self, the gank and Mbatiks (3) *tamat, bosen kali ye!!*
Me, myself, the gank, and MBATIKs (2)
Me, myself, the gank, and MBATIKs
WHY? WHY? DUNNO WHY? So......?
Happy Bladed Birthday for me...!!
1 ONS BUKAN 100 GRAM....!!
Sepatu bersayap...! Ciaaaatttt!!
cucuru' Bayao dan Biji Nangka
Selamat Jalan....!!
Sengsara membawa Nikmadth...!! Ciekh...!!
Kerja dan mbabu bedanya apa?
I have my own standard...!
Selamat Paskah
Selamat Jumat Agung
HASILNYA...!
Makan siang gua hari ini (Penting gak seh!!?????)
Arghhhhhhhhh!! Duuuuuttttttt....!
Thank you, God...!
Selamat malam...!
My wiken jalan-jalan...!
Thank you all...!!
Weeken yang hmmm....!
So what gitu loh.......?
You Know You're Indonesian When....
Pagi yang cerah, dan senyum di bibir merah...!!
And My Story is...!
SLEEPY...!
Dooohh!!! PULKAM!!
What if...?
Madu di tangan kananmu, racun di tangan kirimu!
A Nice day...! :)
Dan Akupun bangun pagi...!!
GUA JADI MUDIKKKKKKKKK!!!!
SAMPAH...!!
Canvas Paintings...!
Gua flu dan pilek......!! SEBAL....!
Me.. today... To do....have done....!!
New Year... Cuti... Nomat... Piala Tiger... Met Pagi dunia...!!
SELAMAT... NURANI ANDA MATI.....!!
Dan akupun menangis...!!
Kegundahanku...!!
Yuuu...uk bantu korban Tsunami - Aceh!
JOY TO THE WORLD!!
Konser Akbar dan KKR Akbar Natal
Glory to God in the Highest...!! And peace on earth...!!
Concert (First Night)
Kehidupan.....!
Watta Blast.....!! Audiophile......!!!! PUAS!!
International Christmas Concert 2004
MUSIM.....!
Ngutang....!! BAYAR, dong!!!
I refuse to be MAD...!
Hah? Huh? Hmm.....!!
Do you ever wonder?
Bad Morning...!
Me, myself, and a vaccine!!
Whatz wrong with me?
A Concert, An Encore, A Finale...!!!
Morning Turn Offs !!
GUA JADI PAMAN!!!!!
Concert Again...! (Come... come... my fans..... ;p)

My Fellow Bloggers

Om Dan
Bang Rio
Mas Wisa
Agus "Item" Hariyo
Rommy
"Doel" Leo
Prabowo
"Bunda" YNa
Adhy
Ben
Irvan
Kenny
Ve Handojo
Nauval
Luigi Pralangga
Randy "Cano"
Zion "Abbot" Tj.
Dik Ipe'
Mutiara naULI Pohan
Teteh "Horror" Mel
Rivaldi
Noldie Ncong
Kang Mas Hary
Tji tji Sammy
Mbak Nana
Mbak RIA "Jepun"
Lucy
Barrie "Firewalk"
Kang Mas Bagoes
Bradley
Mas Qyu
Golda
Mbak Yaya January
Si Dekil
Sam "the body"
Way
Julia
Ling
Firman "Badman"
Bev
Apey
Sisca
Momon
Christ
You!! Wherever U R???


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

rss feed


Credits

Layout: Randomness
Image: Stock.XChng
BLOGDRIVE
TEMPLATES
Monday, December 12, 2005
marriage...? let's go....!!

dear all,

sebagai bagian dari tulisan bernuansa budaya gua *ciekh!! gak boleh nyela gua!! ehhhh, itu yang di depan komputer kenapa udah buka mulut? mau nyela ya? :P* gua kali ini bakal nulis soal adat dan tradisi pernikahan di kalangan masyarakat tionghoa, di lingkungan keluarga dan kerabat dekat gua. secara, kakak perempuan gua udah menikah setahun yang lalu, jadilah gua sudah mengingat beberapa tradisi penting yang musti dilakukan.

btw, tulisan ini terinspirasi dari pernikahan teman gua Fely dan Deny yang baru aja melangkahkan kaki ke jenjang rumah tangga, dengan seluruh konsekuensi dan komitmen yang harus dipikul. Selamat, ya ly!!!!! Hehehehe!!!

kalo bicara soal adat, maka pernikahan termasuk salah satu rangkaian penting dalam adat sebuah kebudayaan. pernikahan mengandung suatu makna sakral pertemuan dua manusia yang pada akhirnya akan menyebabkan percampuran at least dua keluarga besar, yang tentu saja tidak hanya berbeda latar belakang, tapi seringkali bahkan berbeda adat istiadat dan budaya, sama sekali.

nah info dibawah ini semoga bermanfaat, ok?

well, adat chinese buat pernikahan sebenarnya gak seribet beberapa adat pernikahan daerah di wilayah indonesia. gua gak tahu kalo Bang rio, yang padang bagaimana, lalu Bowo yang malang itu gimana, hehehehe!! yang jelas, setelah mengalami percampuran budaya sudah tidak banyak lagi yang dipertahankan dalam tradisi pernikahan orang-orang peranakan di Indonesia. misalnya dari sisi pakaian, sekarang ini lebih banyak dipilih gaun-gaun atau stelan pantolin yang mengikuti trend bridal di daerah barat, lengkap dengan "stagen" dan pengembang bagian bawah pakaian. Smile

tapi beberapa bagian dari ritual pernikahan yang musti dilalui dalam adat tionghoa meliputi bagian penghantaran hadiah, bagian penghantaran mempelai wanita, bagian sungkem (sujud) ke orang tua dan sanak-sanak yang sudah menikah, bagian penyembahan leluhur, bagian pesta pernikahan, dan bagian adat memasuki rumah baru, adalah bagian penting dari sekian banyak ritual adat yang menjadi bagian dari keseluruhan tatanan pernikahan yang dilalui dalam lingkungan masyarakat tionghoa at least di daerah gua.

mari kita mulai dengan beberapa hari sebelum acara pernikahan. bagian pertungan. bagian ini sebenarnya pada adatnya berpisah jauh dari sisi waktu dan penanggalan, dan mengandalkan seorang "suhu kwa mia" biasanya telah ditentukan hari baik untuk pertunangan dan pernikahan kedua mempelai. Tetapi untuk alasan kesederhanaan, biasanya beberapa orang, khususnya jika berasal dari daerah yang berlainan, berbeda pulau khususnya, misalnya kasus cici gua, calon suaminya asal kediri, maka pesta pertunangan dan pernikahan dilakukan dalam waktu yang berdekatan. apalagi jika kedua belah pihak ingin melakukan acara pesta untuk mengundang keluarga dekat, kerabat dan sahabat maka pesta biasanya dilakukan dua kali di tempat masing-masing mempelai, dan biasanya wanita akan melakukan pesta pertunangan dan pria akan melakukan pesta pernikahan.

acara pertunangan dan pernikahan dimulai dengan prosesi hantaran di keluarga wanita. seminggu sebelum acara biasanya kerabat dekat keluarga akan mendapatkan hantaran berupa makanan-makanan kecil dan khas untuk menandakan acara ini. Biasanya hantaran ini terdiri atas, kue ku (kue yang dibuat dari tepung beras, berbentuk batok penyu or kura-kura, harapannya agar pasangan ini langgeng sampai tua), kemudia kue mangkok (again penganan kecil ini dibuat dari tepung beras dan diberi warna merah, penanda kebahagiaan), kemudia kue-kue kecil berbentuk seperti lemper yang tak berisi, dan juga dibuat dari tepung beras dan biasanya ditaburi biji wijen sepanjang kue tersebut. biasanya juga terdapat kue-kue yang dibuat dari ketan maupun jeruk yang masih terbungkus dalam plastik merah, sepasang potongan tebu dengan ukuran sepanjang ukuran lengan, dan juga manisan buah-buahan, dlsb. nah, prasyarat dari hantaran ini adalah harus dalam bungkus merah dan atau emas, harus genap dan gak boleh ganjil, harus ditempelkan sepasang tulisan kebahagiaan.

 

Ada sejarahnya loh, silahkan baca disini. btw, untuk keluarga yang menikah dengan anak pertama, diharuskan membawa hantaran berupa babi kecil yang dibakar dengan kecap dan arak dan dilehernya diikatkan dengan pita merah sebagai bayaran terhadap meminang anak pertama dari sebuah keluarga.

dalam tradisi tionghoa, acara penghormatan orang tua selalu dilakukan, dan biasanya disebut teh pai or bai cha, dimana bai = sujud, sungkem, or menyembah, lalu cha = teh. Pemberian teh kepada orang tua dan kerabat dekat keluarga yang sudah menikah adalah bagian penting dari ritual acara ini.  sebelumnya tentu saja pasangan pengantin melakukan sungkeman di keluarga masing-masing, kemudian sang pengantin pria akan meminta ijin untuk menjemput mempelai wanita, dan dihantarkan oleh keluarga dekat (biasanya paman) dari keluarganya yang mendampingi kedatangan sang pria ke keluarga wanita. hantaran kemudian diserahkan kepada pihak keluarga wanita yang tentu juga menyambut dengan wakil mereka (biasanya juga paman), kemudian, sebelum memasukin pintu sang pria diharuskan mengetuk pintu beberapa kali sebagai tanda meminta ijin untuk masuk, lalu kemudian setelah disambut sang wakil akan meminta ijin untuk mempertemukan pengantin pria ke pengantin wanita. btw, selama prosesi ini pengantin wanita tidak diijinkan melihat pengantin pria, demikian sebaliknya. setelah dipanggil (biasanya dibantu oleh seorang penatua wanita dari keluarga, kalau keluarga ini termasuk asli dari daratan tiongkok, maka biasanya sambil dipanggil dilantunkan sastra-sastra berupa puisi pemberkatan pernikahan dan syukur kepada yang kuasa sembari mengiringi kedatangan mempelai wanita. well, sekarang jarang sekali hal ini dilakukan), dan kemudian diserahkan kepada pengantin pria. kemudian acara teh pai, akan dilakukan lagi, oleh kedua mempelai, yang disusul dengan dibawanya mempelai wanita ke tempat mempelai pria. tentu saja untuk melakukan teh pai. btw, hantaran akan diambil setengah isinya, kemudian akan digantikan isinya oleh keluarga mempelai wanita, sebagai simbol penerimaan.

sebenarnya semuanya telah selesai dilakukan ketika sampai ke tahapan ini, tetapi gua ingin menambahkan beberapa hal yang telah mulai tidak dilakukan di lingkungan tionghoa sendiri sekarang ini.

1. kain cadar merah, dan pita besar berbentuk bunga. jika kita menonton film-film silat mandarin or sejenisnya, maka setiap kali pernikahan hal ini akan terlihat. kedua mempelai akan dipersatukan dengan sebuah pita panjang dengan kedua ujung dibentuk berupa bunga, yang berarti bersatunya dua insan yang diharapkan menjadi kebahagian seterusnya dan selamanya. cadar merah pun telah digantikan dengan cadar putih dari gaun-gaun model barat.

2. bagian prosesi teh pai yang sering dilupakan. acara sungkem terhadap arwah leluhur. khususnya dilakukan oleh mereka yang masih beragama kong fu cu. sebenarnya sebelum melakukan teh pai di tempat mempelai pria, kedua mempelai akan melakukan sembahyang or penyembahan terhadap at least tiga tempat. pertama, kepada leluhur, langsung keluarga pria, biasanya di altar penyembahan keluarga. dua, penyembahan terhadap bumi dan langit, sebagai simbolisasi bahwa alam pun turut menyaksikan dan sekiranya mendukung kedua keluarga ini. dan ketiga terhadap pasangan masing-masing. biasanya pria dan wanita akan saling berhadapan dan saling membungkuk memberi hormat, menyatakan penerimaan keduanya terhadap pasangan masing-masing.

3. alat musik tradisional penghantar pernikahan, tandu tahta sebagai tempat mengantarkan kedua pengantin. mercon pernikahan bertuliskan kebahagiaan ganda, dlsb. tidak cukup waktu menuliskan semuanya, selain gak cukup bahan. :) hope you enjoy it all :)



Posted at 11:51 am by haucuen

panca
February 28, 2007   05:06 PM PST
 
gw mau tanya, kamu tau gak tentang prosesi ciou tou dari awal sampai akhir. terus sama makna-makna tiap aktivitas, misalnya sewaktu periasan pengantin kenapa harus pake kompas terus maknanya apa? bantu ya. nd bls asap (as soon as possible)
EU
February 7, 2007   05:47 PM PST
 
aku mau tanya.. apa ada adat dmn pengantin wanita memberi bros emas berupa cicak ke pengantin pria? apa artinya? Thx!
fely
November 21, 2006   06:09 PM PST
 
wah, puyeng...puyeng.... ribet....ribet.... aku ngertinya kok cuma teh pai. tanpa mengurangi makna yang sebenernya, tapi kadang banyak juga loh yang ngadain acara teh pai karena gak mau rugi. maklum, angpaonya khan lebih gede dibanding sama yang dicemplungin ke "kotak amal" atau apalah namanya itu, yah?
Ifan
July 4, 2006   11:46 AM PDT
 
Salam Kenal.

tau page ini, dari search engine tentang perkawinan cina, but kayanya belum di kupas tuntas dech, terutama tentang acara seserahan (sanjit). Ada yg bisa bantu gak menjelaskan isi dari nampan sanjit apa saja, dan details prosesinya,
Thanks.....pls PM ke irfan@kornettrans.co.id
Haucuen a.k.a Moi
December 21, 2005   04:45 PM PST
 
Maunya bang yoyok, gua lagi nyari, tapi nggak dapat-dapat, cuman dapet dikit doang, dan nggak mewakili acaranya secara keseluruhan, secara gua kemarin itu dapat cutinya telat, jadi pas pulang besoknya langsung dech acaranya malam, di restoran, wakakaka!! Sementara yang hantaran itu udah seminggu sebelumnya dilakukan, hihihihi!! Soalnya kami "terpaksa" pesta 2 kali, secara suami cici gua itu orang Kediri ya, and bonyok insist musti pesta secara cici gua anak pertama gitu loh!! :) Hehehehe!!! :)
rio
December 21, 2005   01:35 PM PST
 
Gue SETUBUH sama Pram! Gue sama sekali nggak ngerti orang yang maksa tradisi barat buat pernikahan! Kalo dia di Amerika ato Eropa sih gak masalah karena berarti secara budaya udah lebih berasimilasi sama budayabarat. Lah kalo di Indo?

Gilanya ini udah sampe kampung2. Waktu Tante gue kawin tahun 90 dan dirayain 3 hari 3 malam di Bonjol, salah satu hari itu Tante gue pake, oh Tuhan, gaun pengantin+slayer panjang warna UNGU! Aduh secara ini baju dipilihin sama mertuanya, gue berusaha membekap mulut gue supaya nggak berkomentar, hihihi...

Btw, kenapa sih lo nggak pake foto2 kawinan cici lo! Kan jadi dapet bayangan prosesinya lebih jelas!
Haucuen a.k.a Moi
December 19, 2005   08:11 AM PST
 
Wakakaka, sisca!!! Duhhh, hatiku berbunga-bunga!! Hahahaha!!! Jangan ngumpet dong!!! :) Tapi ide bule2 dalam cheongsam pink seru juga hahahaha!! Tapi errrrr, gua bisa ketutupan ma bule-bule itu wakakaka, atau gua cari bule aja kali ya? Hahahaha, perbaikan keturunan!!
Sisca
December 17, 2005   12:55 AM PST
 
Koko Houcuen, lamarannya diterima. First of all, siapkan ticket mudik ya ..pengiringnya bule2 cantik pake Cheongsam pink, kan seru tuh.....shie shie ni tek ai. *olala...pipi Mei Mei memerah mode on* nyumpeett!!!
Haucuen a.k.a Moi
December 16, 2005   08:30 AM PST
 
Errrrr, Name siapa ya? Kok nggak kasih aku link seh??? Ayoo, donk!!! Kenalin ma calon papa mertua gua!! Hihihihihi!!!

Sisca: Waduh, aku nggak nyangka loh ini tulisan bisa jadi seheboh ini? Wah, kapan-kapan aku tulis lebih banyak lagi ya? Tapi ntar dulu lagi nyari-nyari bahan, secara gua sendiri udah lama banget gak belajar dengan baik. :) Buat teman-teman bulenya, kalo ada yang masih single gua mau dong!! Hihihihihihi!! :) Atau ma Sisca aja? *malu, lalu kaburrrrrrrrr*
Sisca
December 16, 2005   02:18 AM PST
 
He..tau aja koko, Ortuku juga masih import turunan ke 2,so di rumah sampe skr keukeuh pake bhs tionghoa. Btw, aku juga transfer tulisan koko ke bule2 sini, dan mrk juga antusias mo tau loh...so deeply in my heart, really thank you for your observation :)
Name
December 15, 2005   08:52 PM PST
 
Cuen, posting mu yg ini aku kasih bokap baca. And bokap gw cuma geleng2 kepala dan bilang, anak muda mana nih?punya peluang jadi menantunya. So, siapin cheongsamnya and cadarnya ya cuen, hahahahahahahahhahaahahaha
Haucuen a.k.a Moi
December 15, 2005   01:00 PM PST
 
Bang Doel, itu pernikahan siapa dulu? Tapi Chinese tends to treat outsider (orang yang tidak terlalu mengerti adat kami) dengan lebih ramah dan lebih mendalam, caranya ya dengan kasih oleh-oleh lebih banyak hehehehe!!!

Kalo misalnya waktu itu ada cai ma or orang tua yang mengerti adat, bang doel pasti didaulat untuk diajarin macam-macam dari bagian kebudayaan tionghoa yang ada itu. Pasti jij diceramahin banyak hal mengenai ibadat dan tata budaya serta makna filosofis dibelakang semua adat tersebut. :)
Haucuen a.k.a Moi
December 15, 2005   12:58 PM PST
 
Well, tjie tjie, aku setuju ma loe, makanya gua pikir2 apa dari sekarang gua nabung buat bikin cheongsam dari sutra merah dengan sulaman naga emas dari atas kepala sampai ke ujung kaki? Hmmmm!!! Sepertinya ini akan menjadi menarik sekali bukan? Kalau yang wanita tentu saja cheongsam berwarna merah dengan sulaman burung phoenix maka lengkaplah pernikahan itu nantinya, btw gak lupa cadar merah darah yang disulam dengan benang emas hehehehehehe!! :) Ntar kalo gua udah punya calon istri gua tanya dia apakah setuju kalau seperti itu pernikahan kami, ok? :)
doel
December 15, 2005   10:25 AM PST
 
Saya pernah lihat upacara seperti ini langsung, asyik juga... terus pulang masih dapat oleh-oleh banyak; nggak tahu kenapa, kok hanya saya saja yang banyak dikasih oleh2 :D
BASKIN
December 15, 2005   09:37 AM PST
 
Naaahhh...ini dia topik yg mengingatkan gue lagi kepada opini pribadi gue tentang penyelenggaraan pernikahan di kalangan keturunan Tionghoa di Indonesia.

Opini gue nih: gue akan lebih senang kalau orang Tionghoa di indonesia dalam menyelenggarakan pernikahannya memilih untuk mengikuti adat-istiadat tradisional Tionghoa (seperti yg dibahas oleh Anri di sini), instead of mengikuti cara-cara pernikahan a la Barat seperti yg sekarang selalu kita liat; dari mulai kostum, tata cara dsb. Koq sayang rasanya, seperti melihat sebuah identitas yang 'hilang'.

Paling2 yang gue liat sekarang ini, bagian ritual pernikahan tradisional yg masih dilakukan orang2 Tionghoa di Indonesia adalah: bai cha. Selain itu jarang yang dengan jelas-jelas dilaksanakan.

Yah, mungkin inilah akibat dari belenggu kebudayaan selama 30 tahunan. Gue rasa, mungkin kebanyakan dari generasi muda Tionghoa di sini bahkan enggak berfikir untuk memasukkan tata cara pernikahan adat Tionghoa sebagai alternatif tata cara pernikahan mereka. Gue yakin satu2nya yang terpikir di kepala mereka adalah: western style. Sayang banget.

Tapi ada juga case lain yg menarik: pernikahan anak perempuannya Martha Tilaar yang dilaksanakan dengan adat Jawa penuh, instead of adat Tionghoa atau tatacara Barat. Unik juga :)
Haucuen a.k.a Moi
December 15, 2005   08:02 AM PST
 
Wekekekeke, Sisca!! Aku cuman observer aja kok!! Tapi sendirinya seh memang masih memegang budaya dengan cukup erat, tp yang prinsip2 aja kok!! :) Btw, kamu juga begitu kan? :)

Chris: Calon pendampingnya lagi dicari, yang mau menikahiku dengan cheongsam dan tutup kepala seperti tutup kepala orang2 minang kalo nikahan, bedanya cuman di ornamen doang!! :) Ingat film Kungfu jaman dulu!!! :)

Kurpix: hehehehehe, ok dech!! Gua senang kalo bisa jadi tambahan pengetahuan buat siapapun, btw, ntar kapan-kapan gua kasih tulisan lagi apa seh pemikiran orang-orang tionghoa sekarang ini, ok? :) Tunggu aja kelanjutannya :)
kurpix
December 14, 2005   10:39 PM PST
 
weits...bravo koh!
lom sempet baca semua postingnya sih, tapi yang ini menarik banget...mengingat...ai juga gi jalan ma yang masih keturunan tionghoa :) kali2 bisa jadi bahan reference nih...*ngelirik Chris: dilarang nyela!*
hehehe....
Chris
December 14, 2005   09:50 PM PST
 
Wahhh Kokohhhh...perlengkapan udah ada, Calon pengantennya kok belom diposting sih:D
Sisca
December 14, 2005   08:57 PM PST
 
Koko Haucuen, jadilah generasi pelestari tradisi peranakan. Aku bangga secara masih ada yg care dan ngerti urutan2nya. Bravo Koko !!! C'est super !!!!
Haucuen a.k.a Moi
December 14, 2005   04:22 PM PST
 
Ling, hehehehe!!! Gua seh rencana pake cheongsam hitam dengan sulaman naga dari atas ke bawah hehehehe!! Seru kali ya? :)
Ling
December 14, 2005   02:49 PM PST
 
kalo gue pribadi malah pingin perkawinan yg chinese banget.. pake baju ala putri huanzhu, cowonya pake kembang merah pita..hihihi.. tp itu msh mimpi..
Haucuen a.k.a Moi
December 14, 2005   08:07 AM PST
 
Hehehe, Apey, gua dah baca tulisan loe, hehehehe, acara jomblo gitu kayaknya di budaya peranakan nggak ada kali ya? Tapi yang jelas itu mungkin ceremony khusus, hahahaha!! Btw, habis diruwat udah enteng belum jodohnya? :) :P

Well, acara teh pai itu juga sarat kok maknanya, selain memohon doa restu, juga lengkap dengan makna kelanggengan dan keharmonisan rumah tangga. Oh, gua kudu cepat-cepat buat cheongsam gua!! :) *tetep!!*
Haucuen a.k.a Moi
December 14, 2005   08:00 AM PST
 
Bev & Sisca: Soal angpao itu nggak terlalu pasti, soalnya kalo pernikahan biasanya keluarga dekat tidak cuman memberikan angpao doang, tapi juga memberikan seperangkat perhiasan, malah ada yang ngasih emas batangan hehehehe!! Intinya nuansa emas kali ya??? Hehehehe!!! Fyi, yang ini gua gak pake research!! :)

Nah ketika di acara pernikahannya memang biasanya di berikan angpao, tapi apakah kalian tahu, kalo dulunya di Cina sendiri, tidak ada pemberian angpao yang dimasukkan ke kotak? Adanya orang-orang yang di undang pernikahan datang sendiri, ketika kiong hie pertama kali langsung menyelipkan angpao kepada mempelai? :) Hehehehehe!! Secara mempelainya mobile gitu, soalnya pakeannya kan simple cuman cheongsam dan atau kain sutra hitam hehehehe, tapi ralat gak boleh pake sutra hitam, musti warna merah menyala hehehehehehe!!! :) *gua harus mulai bikin cheongsam merah dengan sulaman naga menari dari bawah ke atas neh!!!! hehehe*
Haucuen a.k.a Moi
December 14, 2005   07:55 AM PST
 
Bowo, justru itu, gua juga kepikiran kalo misalnya pakaiannya kayak gitu bagus kali ya? Tapi perlu diingat pemakaian Cheongsam, itu dimulai pada saat dinasti Ming (Manchurian Empire), yang menjajah Cina, sebetulnya di budaya Chinese sendiri, pakaiannya nggak terlalu jelas, tapi yang gua tahu, memang cadar merahnya musti ada hehehehehe!!! :) Gua berpikir membuat baju sutra hitam dengan gambar naga emas dari atas sampai kebawah, kalo memang gua merit!! :) Keren gak seh???? :)
apey
December 14, 2005   06:42 AM PST
 
Wah..interesting posting nih. Masing2 budaya emang pasti punya tata cara and pemaknaan sendiri ttg pernikahan. Barusan semalem temen gw tionghoa yg baru merit cerita ttg upacara teh pai itu. Gw juga pernah bikin postingan sejenis nih coba deh di : http://maruapey.blogspot.com/2005/06/ruwatan-jomblo_111926280794590622.html
Sisca
December 14, 2005   04:51 AM PST
 
Koko Houcuen, Salam kenal yach !!!
Sama2 peranakan. Setahuku juga, dalam tea pai biasanya pengantin mendapat restu berupa emas atau angpau dari keluarga dekat.

Beverly Lavaniaca
December 13, 2005   08:00 PM PST
 
¯E´L¡@aahhhhh very perfect. Bevvy yg tinggal di daerah kebudayaan cina aja tdk tahu byk tentang adat perkawinan cina. Bevvy lihat kamu sengaja research buat persiapan pernikahanmu sendiri hahahaha. Kurang satu, Kok lupa sih kalau harus memberi ampaw waktu menghadiri undangan?? Cuma satu kalimat buat kamu ¼g±o¯u¦n¥[ªo³á
bowo
December 13, 2005   06:10 PM PST
 
btw kenapa ya Ri rata2 Cina di Indonesia yang modern tapi masih mempertahankan adat kok pakaian mempelai baik laki maupun perempuannya hampir begaya Eropah smuah :D

di kantor gue minggu kemarin ada 2 temen cina yang nikah dan tiga2 begaya Eropah hehehe

padahal kalo teteup memakai cheongsam atau apalah dengan cadar merah penutup muka buat cewe kelihatan elegan dan cool lho :)
trus prianya begaya sederhana ala Yoko tapi pakaiannya dari sutra hitam kan malah kelihatan keren hehehehe
Haucuen a.k.a Moi
December 13, 2005   01:36 PM PST
 
Tenang pakde, kamu pasti aku undang, dan musti datang ya? Bagian kamu soto betawi, kambing guling, gulai ayam, coto makassar dan gado-gado ya? Hihihihihihi!!!

Tapi itu kudu nunggu ya? Nunggu kira2 10 thn lagi kali hihihihihi!!! :)

Soal mercon gua gak tahu juga ya? Tapi memang di tradisi tionghoa ada tuh pake mercon kecil yang diikat mendatar sampai setinggi beberapa meter lalu diikatkan di tiang depan rumah, ama petasan batangan gede!!! :)
Q
December 13, 2005   12:25 PM PST
 
let's go? maksudnya? udah siap to? sama siapa nih?
undang-undang dooong .. :D terutama pas makan2nya yaaa. tapi jangan yang pake ibab yak :)

Kenapa ya adat pernikahan selalu ribet? oh, pernikahan pake mercon itu asalnya dari tradisi chinese ya? jaman itu belum ada speaker besar buat setel dangdutan keras2 kali ya... :D


Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry